Seburuk apa pun mungkin sifatnya serta kekurangannya, kita sebagai anak harus tetap menghormati serta berbakti kepada orangtua, sebab suatu saat nanti kita pun akan menjadi orangtua.
Maleakhi 1:6, "Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: 'Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?'"
"Isn't it true that a son honors his father and a worker his master? So if I'm your Father, where's the honor? If I'm your Master, where's the respect?" GOD-of-the-Angel-Armies is calling you on the carpet: "You priests despise me! "You say, 'Not so! How do we despise you?' "By your shoddy, sloppy, defiling worship. "You ask, 'What do you mean, "defiling"? What's defiling about it?'" (MSG)
Seorang yang tidak bisa menghormati dan mengasihi orangtuanya kemungkinan besar juga tidak mungkin bisa hormat serta cinta akan Tuhan. Orang yang demikian kasihnya pada Tuhan hanyalah untuk kepentingan pribadinya, saat butuh Tuhan dia kejar, saat tidak butuh dia tinggalkan Tuhan, sehingga pasti ibadahnya dan hubungannya dengan Tuhan tidak konsisten.
Dan orang-orang yang seperti itu maunya hanya tinggal menikmati berkat-Nya, tapi kebenaran firman Tuhan diabaikan. Lambat laun akan mengkhianati kasih karunia-Nya, dan menyangkali Dia.
Amsal 3:3, "Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu."
Hendaklah engkau senantiasa digerakkan oleh kebaikan hati dan kesetiaan. Jadikan keduanya seperti kalung pengingat pada lehermu. Ukirkanlah itu di dalam hatimu. (TSI)
Let not mercy and kindness [shutting out all hatred and selfishness] and truth [shutting out all deliberate hypocrisy or falsehood] forsake you; bind them about your neck, write them upon the tablet of your heart. (AMP)
Jadi, yang manakah yang ingin kita pilih: apakah untuk menjadi berbakti, ataukah menjadi tidak konsisten?
~ IHT