
Yakobus 3:17 (BIS), "Tetapi orang yang mempunyai kebijaksanaan yang berasal dari atas, ia pertama-tama sekali murni, kemudian suka berdamai, peramah, dan penurut. Ia penuh dengan belas kasihan dan menghasilkan perbuatan-perbuatan yang baik. Ia tidak memihak dan tidak berpura-pura."
Tetapi hikmat yang benar-benar dari Allah membuat hidup kitapertama-tama suci, selanjutnya cinta damai, lemah lembut, dan terbuka untuk mengikuti kemauan orang lain. Hikmat juga memimpin kita untuk berbelas kasih kepada sesamadan selalu berbuat baik dengan tulus dan tidak pilih kasih. (TSI)
Tetapi hikmat yang berasal dari surga itu pertama-tama adalah murni dan lemah lembut, lagipula cinta damai dan sopan santun. Hikmat surgawi memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan pendapat dan bersikap mau mengalah. Hikmat itu penuh dengan belas kasihan dan perbuatan baik serta tulus ikhlas, terus terang, dan jujur. (FAYH)
Hikmat yang berasal dari Tuhan, hari ini firman-Nya mengingatkan kita bahwa, akan terlihat juga melalui sikap serta perbuatan kita sehari-hari, baik melalui aktivitas maupun interaksi serta relasi tertentu.
But the wisdom from above is first of all pure (undefiled); then it is peace-loving, courteous (considerate, gentle). [It is willing to] yield to reason, full of compassion and good fruits; it is wholehearted and straightforward, impartial and unfeigned (free from doubts, wavering, and insincerity). (AMP)
Real wisdom, God's wisdom, begins with a holy life and is characterized by getting along with others. It is gentle and reasonable, overflowing with mercy and blessings, not hot one day and cold the next, not two-faced. (MSG)
But when people are wise in the way that God wants them to be, they are pure in every way, which God considers to be very important. They also act peaceably towards others, they …are considerate of/think about the rights and feelings of others, they are willing to yield to the wishes of others, they act compassionately toward others, and they do all kinds of good things for others. How they treat others does not depend on …others' status/whether others are important or not, and they are sincere in all they do. (DEIBLER)
Jadi, hari ini kita juga mau belajar untuk hidup dengan hati yang tulus, mau membawa damai di manapun kita berada serta melalui apa pun yang mungkin sedang kita kerjakan, menjadi ramah, merendahkan hati, penuh belas kasihan terhadap orang lain sebagaimana halnya kita pun sering kali beroleh belas kasihan, serta tidak memihak dan tidak munafik.
Tentu itu semua tidaklah mudah.
Karena itu, perlu untuk kita marilah meminta hikmat dari-Nya saja agar setiap perkataan dan perbuatan maupun pikiran kita mencerminkan kasih dan kebenaran firman-Nya.
Sudahkah Saudara dan saya beroleh hikmat-Nya hari ini?
~ Yuliana Sondakh