
Pernahkah Saudara menyaksikan serial Undercover Boss, sebuah acara di mana para CEO menyamar sebagai karyawan ataupun seorang magang di perusahaannya sendiri, dan berinteraksi maupun meminta bimbingan terkait bidang pekerjaan tertentu yang mereka tangani, lalu mengetahui apa saja sebenarnya yang terjadi maupun dialami—entah di perusahaannya ataupun di antara para pekerjanya.
Ada yang memiliki sikap yang positif serta tetap bekerja keras, sekalipun sedang mengalami banyak perjuangan maupun pergumulan dalam hidupnya maupun keluarganya. Tetapi, ada juga yang memiliki sikap yang negatif, bahkan kinerja yang sangat tidak mencerminkan nilai budaya ataupun prinsip-prinsip yang dipegang teguh atau diyakini oleh sang CEO untuk perusahaan yang dipimpinnya.
Di tiap menjelang akhir acara, sang CEO akan mengungkapkan jati diri aslinya, mengajak karyawan-karyawan ataupun para pekerja yang telah ditetapkan berinteraksi maupun membimbingnya selama masa penyamaran tadi untuk duduk berdua, bergantian masing-masing, di mana CEO itu akan menjelaskan apa yang kurang maupun apa yang sudah sangat baik dilakukan oleh setiap mereka.
Untuk pekerja yang bersikap positif dan bekerja dengan baik, meskipun hidupnya masih berjuang, CEO akan menghargai semangat juangnya dan tidak sedikit penghargaan maupun hadiah yang diberikan kepadanya maupun bagi keluarganya. Sebaliknya, untuk yang bersikap negatif apalagi tidak menunjukkan kinerja yang baik, biasanya konsekuensi yang diberikan oleh CEO pun tidak akan mengenakkan.
Terkait perjalanan maupun kehidupan rohani, bagaimana dengan kita saat ini? Apakah kita seperti para pekerja yang menunjukkan sikap negatif ataukah yang positif seperti di atas? Apakah kita hanya melakukan yang baik ketika semuanya terlihat baik-baik saja, dan hanya supaya terlihat oleh orang lain?
Hari ini kita diingatkan untuk tidak perlu berusaha terlihat hebat di hadapan manusia. Tetaplah rendah hati, berjalan dalam ketulusan, dan teruslah berbuat baik, mengerjakan apa yang seharusnya kita kerjakan dan menjadi bagian kita dengan sebaik-baiknya.
Sebab Tuhan melihat hati, yang tidak terlihat oleh manusia. Dan pada waktu-Nya, yakinlah Tuhan sendiri yang akan meninggikan, mengangkat, mempromosikan, dan memberkati kita. Dia jauh lebih daripada CEO manapun di dunia.
Lukas 14:11, "Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
Karena setiap orang yang berusaha meninggikan diri akan direndahkan, dan orang yang merendahkan diri akan ditinggikan. (FAYH)
For everyone who exalts himself will be humbled (ranked below others who are honored or rewarded), and he who humbles himself (keeps a modest opinion of himself and behaves accordingly) will be exalted (elevated in rank). (AMP)
Karena itu, biarlah hidup kita bukan tentang mencari pengakuan atau validasi yang temporal dari manusia, tetapi tentang menyenangkan hati Tuhan dan mencari perkenanan-Nya saja dalam apa pun yang menjadi aktivitas kita sepanjang hari.
~ Yuliana Sondakh