
Saya pernah melihat sebuah tulisan pada papan reklame yang bertuliskan kalau tidak salah, 'Ikhlas, lalu tenang'.
Ikhlas sendiri merupakan topik yang gampang-gampang susah untuk dilakukan. Sebab, ketika kita diminta untuk ikhlas, rela menerima, mengalami, memperoleh perlakuan yang mungkin kurang baik dari seseorang maupun sesuatu, bagaimanakah sikap ataupun respons hati kita?
Menurut kamus bahasa Indonesia sendiri, iklhlas berarti bersih hati; tulus hati. Misalnya, memberi pertolongan dengan ikhlas. Mereka benar-benar ikhlas. Dan contoh kalimat-kalimat lainnya.
Jika berarti bersih hati, tulus hati, maka ikhlas juga dapat berarti integritas—apa yang kita pikirkan, perkatakan, perbuat saat ada orang maupun tidak ada orang lain, tetap sama, seirama, senada.
Sayangnya, mungkin masih banyak dari antara kita, sekalipun anak-anak Tuhan, yang belum memiliki keikhlasan, menjadi ikhlas saja.
Mazmur 7:9b, "Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas."
Kumpulkanlah semua bangsa di hadapan-Mu dan hakimilah dosa mereka dari takhta-Mu di tempat yang tinggi! Tetapi nyatakanlah kebenaranku di hadapan umum; kembalikanlah nama baik dan kehormatanku di hadapan mereka semua! (FAYH)
Judge me, O Lord, and do me justice according to my righteousness [my rightness, justice, and right standing with You] and according to the integrity that is in me. (AMP)
Give a decision for me, O Lord, because of my righteousness, and let my virtue have its reward. (BBE)
Sudahkah kita memiliki kasih yang ikhlas, iman yang ikhlas, sikah hati yang ikhlas hari ini saat memperoleh perlakuan yang tidak adil, kebencian, maupun mengalami suatu hal di luar kehendak maupun tidak sesuai yang kita rencanakan?
2 Tawarikh 19:11c, "Kiranya TUHAN menyertai orang yang tulus ikhlas."
Semoga TUHAN beserta orang yang melakukan yang benar. (VMD)
And GOD be with you as you do your best. (MSG)
~ FG