
1 Korintus 2:14, "Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani."
Orang yang tidak memiliki Roh Allah tidak bisa menerima ajaran yang berasal dari Roh Allah, karena orang seperti itu akan menganggap ajaran tersebut sebagai kebodohan. Dia tidak mungkin mengerti, sebab ajaran dari Roh Allah hanya bisa dimengerti dengan bantuan Roh Allah. (TSI)
The unspiritual self, just as it is by nature, can't receive the gifts of God's Spirit. There's no capacity for them. They seem like so much silliness. Spirit can be known only by spirit--God's Spirit and our spirits in open communion. (MSG)
That's why only someone who has God's Spirit can understand spiritual blessings. Anyone who doesn't have God's Spirit thinks these blessings are foolish. (CEV)
Jika Allah Roh Kudus ada di dalam kita, maka kita dapat memahami hal-hal rohani, dan terutama memperoleh kasih karunia serta pertolongan untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan.
Dulu sebelum kita memiliki Roh Allah di dalam diri kita, tentu mata hati kita seperti tertutup, bukan? Kita tidak mengerti, bahkan mungkin menganggap remeh serta mengejak hal-hal yang rohani. Suatu referensi menjelaskan tentang kondisi tersebut, yaitu seseorang yang hanya berfungsi secara tubuh ataupun fisik dan jasmani, tetapi tanpa mengalami sentuhan atau jamahan dan lawatan, hadirat Roh Allah.
Janganlah sampai seperti itu, karena tanpa Roh Allah, kita tidak akan mempunyai hikmat yang dari Allah, dan hanya akan mengikuti cara-cara hidup seperti orang-orang di dunia pada umumnya. Jika seseorang yang sudah dipenuhi oleh-Nya saja terkadang masih bisa tergoda untuk kembali seperti itu, apalagi seseorang yang belum dipenuhi oleh Roh Kudus.
Jadi, lain kali ada orang-orang yang mungkin tidak mengerti ataupun mengapresiasi perkara rohani yang kita sampaikan, janganlah heran ataupun putus asa. Sebab mereka mungkin memang belum mampu memahaminya, seperti kata firman Tuhan, tidak mempunyai kapasitas untuk menyadarinya.
Pertanyaanya, sudahkah Saudara dan saya sunghuh-sungguh menjadi manusia rohani?
1 Korintus 2:15 (FAYH), "Tetapi orang yang rohani dapat memahami segala sesuatu, dan hal ini merisaukan dan mengherankan orang duniawi yang tidak dapat memahami orang yang rohani itu."
But the spiritual man tries all things [he examines, investigates, inquires into, questions, and discerns all things], yet is himself to be put on trial and judged by no one [he can read the meaning of everything, but no one can properly discern {or} appraise {or} get an insight into him]. (AMP)
Spiritually alive, we have access to everything God's Spirit is doing, and can't be judged by unspiritual critics. (MSG)
~ Yuliana Sondakh