
Keluaran 14:15-22, "Menyeberangi Laut Teberau -- Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 'Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda." Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka."
Penyeberangan laut Teberau oleh umat Allah terjadi hanya karena bantuan tindakan ajaib yang langsung dari Allah. Tuhan yang ganti berperang untuk mereka dengan cara seperti itu dan mengalahkan orang Mesir, sebagaimana Dia sebelumnya mengalahkan dewa-dewa Mesir melalui sepuluh tulah.
Hari ini, membaca peristiwa umat Israel ketika menyeberangi laut Teberau juga, saya merenungkan tentang tiga permenungan berikut ini.
- Betapa pentingnya kehidupan doa pribadi (ayat 13-14)
Masihkah kita melibatkan Tuhan di dalam kehidupan pribadi kita? Dengan tetap menjaga dan mempunyai jam-jam doa pribadi, kita akan dapat tetap menjadi orang yang kuat, bukan oleh karena kekuatan kita sendiri, melainkan oleh karena kekuatan yang dari Tuhan.
- Mukjizat akan terjadi ketika kita berani melangkah (ayat 15-16)
Kalau kita berani melangkah, kita akan melihat penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Tetaplah melangkah dalam iman. Penyeberangan laut Teberau oleh umat-Nya memerlukan suatu mukjizat, jadi bukan sekadar peristiwa alami.
- Tuhan mengirim malaikat untuk menjagai kita (ayat 19-20)
Percayalah dan bersyukurlah karena Tuhan juga mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk menjaga kita, sehingga kita selamat. Sebab, sadar atau tidak, kadang ada bahaya yang mengintai kita. Jadi, bersyukurlah karena malaikat-Nya melindungi kita sehingga terluput dari bahaya, dan kita beroleh selamat.
Apabila kita menerima suatu penyataan yang nyata tentang keagungan-Nya dan hukuman-Nya terhadap dosa, kita akan mengikuti Dia dengan iman sambil bertumbuh dalam takut akan Dia.
Mazmur 34:7, "Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka."
Karena Malaikat TUHAN mengawal dan menyelamatkan semua orang yang menghormati Dia. (FAYH)
GOD's angel sets up a circle of protection around us while we pray. (MSG)
Apa pun yang menjadi permasalahan maupun pergumulan kita saat ini, tetaplah berdoa, tetaplah melangkah, dan tetaplah berharap pada Tuhan.
Ku dayung-dayung perahuku
Menuju ke seberang
Melewati angin ribut dan
Gelombang yang besar
Tapi perahuku tak pernah oleng
Kar'na ku undang Yesus
Masuk ke dalam p'rahuku
Sampai selamat tiba di seberang
~ Yuliana Sondakh