
Karena beberapa kali sepertinya ada hewan peliharaan anjing yang membuang --maaf--kotoran di depan pintu garasi kami, dan sepertinya dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya yang mengajaknya berjalan pagi-pagi, maka kami berjaga-jaga sejak sebelum subuh untuk menangkap basah serta menegur untuk tidak seperti itu.
Betapa kami menunggu dan berjaga-jaga, terutama saya, karena jujur agak kesal karena setiap pagi kami mesti berangkat pagi dan menemukan banyak kotoran.
Oh, andai kita pun demikian berjaga-jaga terhadap pintu hati kita!
Mungkin kita berulang kali mendengar tentang ayat ini:
Amsal 4:23, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
Bahkan banyak orang di luar sana yang mungkin notabene bukan anak Tuhan, tetapi mengetahuinya. Untuk menjaga hati. Namun tidak semua kita mau melakukannya, ataupun bisa tanpa pertolongan-Nya.
Di atas segala-galanya, hati-hatilah terhadap yang kaupikirkan karena pikiranmu mengendalikan hidupmu. (VMD)
Yang terutama sekali, jagalah hatimu karena hatimu mempengaruhi segala sesuatu dalam hidupmu. (FAYH)
Keep vigilant watch over your heart; [that's] where life starts. (MSG)
Keep and guard your heart with all vigilance and above all that you guard, for out of it flow the springs of life. (MSG)
Yang menarik adalah, dalam salah satu versi terjemahan bahasa Inggris, disebutkan bahwa 'vigilant' atau dengan kata lain hampir menyerupai seorang petugas jaga malam yang tidak tidur, senantiasa berjaga-jaga, siaga, benar-benar teliti waspadanya terhadap adanya potensi bahaya ataupun permasalahan.
Adakah kita seperti itu, lebih terhadap berjaga-jaga akan hal yang lainnya—kotoran hewan anjing di garasi, kehilangan uang akibat dicuri ataupun kerugian materi?
Akankah kita berjaga-jaga terhadap segala hal yang mencoba mencemari hati?
Mengapa? Karena seperti firman Tuhan katakan, hati kita mempengaruhi segala sesuatu dalam hidup kita. Jika hati kita jahat, betapa jahatnya juga hidup kita. Sebaliknya, jika hati kita mau menjadi baik dan hanya dipenuhi oleh Tuhan, betapa kita akan dapat melihat banyak hal baik di luar sana maupun yang bisa kita lakukan untuk menjadi berkat.
Lukas 6:45 (TSI), "Manusia juga seperti pohon: Orang baik selalu menghasilkan perbuatan yang baik. Karena seluruh perbuatannya itu berasal dari isi hatinya yang baik. Tetapi orang jahat selalu menghasilkan perbuatan yang jahat, karena isi hatinya pun jahat. Jadi apa saja yang kita ucapkan dan lakukan pasti menunjukkan isi hati kita."
Orang yang baik berbuat baik, karena hatinya baik. Dan orang jahat berbuat jahat, karena hatinya jahat. Apa pun yang terkandung di dalam hati, itulah yang keluar dari mulut. (FAYH)
A good man produces good things from the good stored up in his heart, and a bad man produces evil things from his own stores of evil. For a man's words express what overflows from his heart. (Phillips NT)
~ FG