
Saya tidak tahu, apakah akhir-akhir ini, khususnya Saudara yang bertempat tinggal maupun bekerja di Jakarta --ataupun di area kota yang lain-- ketika berkendara melewati titik-titik jalur di jalan tol atau bebas hambatan, pernah melihat teks pada papan reklame digital bertuliskan: Melayani Sepenuh Hati?
Mungkin kata-kata tersebut juga pernah kita baca dari sumber lain, misalnya seperti di beberapa kantor perbankan maupun lainnya.
Bagaimana dengan kita anak-anak Tuhan, terutama yang sedang dalam pelayanan, maupun berada di berbagai tempat ataupun posisi pekerjaan yang Tuhan percayakan sampai saat ini? Apa pun yang kita lakukan, masihkah kita juga seperti itu, melayani sepenuh hati?
Pesan firman Tuhan yang mungkin sangat akrab kita dengar: "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia" (Kolose 3:23).
Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia. (BIS)
Kerjakanlah segala tugas Saudara dengan sungguh-sungguh dan dengan senang hati, seakan-akan Saudara sedang bekerja untuk Tuhan dan bukan hanya untuk tuan Saudara. (FAYH)
Work from the heart for your real Master, for God. (MSG)
Firman-Nya, melalui Paulus, mengingatkan dan menasihati setiap kita orang Kristen untuk menganggap semua pekerjaan --semua, apa pun yang baik untuk dikerjakan-- sebagai suatu pelayanan kepada Tuhan. Kita harus bekerja seakan-akan Kristus adalah Majikan kita, dengan mengetahui bahwa semua pekerjaan yang kita perbuat kelak akan mendapat upah dari-Nya.
Apa yang sedang kita kerjakan hari ini?
~ FG