
Yohanes 3:19, "Dan inilah hukuman itu: 'Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.'"
Dan inilah dasar dari hukuman itu: Terang dari surga sudah datang ke dunia ini, tetapi manusia lebih senang hidup di dalam kegelapan daripada hidup di dalam terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. (TSI)
This is the crisis we're in: God-light streamed into the world, but men and women everywhere ran for the darkness. They went for the darkness because they were not really interested in pleasing God. (MSG)
Belajar untuk hidup benar dan tetap menjadi terang haruslah dilakukan seumur hidup. Sebab, tanpa "belajar" pun, manusia dengan mudah melakukan hal-hal yang jahat. Dan, selama masih tinggal dan hidup di dunia ini, pasti akan selalu saja ada godaan yang mencoba menjatuhkan maupun menghancurkan kita.
Karena itu, kita harus terus belajar, setia dalam proses, dan melatih diri seumur hidup di dalam Tuhan. Sebab, sekali lagi, dosa dan "kegelapan" (kecenderungan untuk berbuat jahat dan salah) sering kali terasa begitu mudah dilakukan karena sifat dasar manusia yang rapuh tanpa pertolongan-Nya.
Hari ini, kita diingatkan untuk senantiasa mengandalkan Tuhan setiap hari, agar terang kasih-Nya terus bersinar di dalam dan melalui hidup kita.
Pertumbuhan rohani bukanlah sebuah peristiwa instan. Saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, namun kita juga memulai perjalanan pengudusan (sanctification) yang berlangsung sepanjang hidup kita.
Setiap hari, kita diperhadapkan pada sekolah kehidupan yang menguji ketaatan kita. Kita belajar untuk menyangkal diri, menguasai emosi, mengampuni orang yang menyakiti kita, serta memilih kejujuran di tengah godaan kecurangan.
Pancarkanlah kasih, kebenaran, dan pengampunan Tuhan Yesus melalui tindakan nyata sehari-hari.
~ Yuliana Sondakh