• Ps. Raditya Oloan
  • 10 September 2017
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Perspektif Yang Baru (Seri Khotbah "New Normal")

"Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Korintus 5"14-17)

Ciptaan baru adalah orang yang tidak menilai dari cara pandangnya sendiri. Ciptaan baru adalah orang-orang yang melihat sama dengan bagaiman Kristus melihat. Ciptaan baru berbicara tentang perspektif yang baru. Saulus adalah seperti ISIS pada masa gereja permulaan dimana Saulus menganiaya orang-orang percaya, Tetapi setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan Ia mengalami perubahan dalam hidupnya, "Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid. Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.(Kis. 9:26-27). Tetapi Barnabas berbeda dengan yang lainnya. Ia memiliki perspektif yang baru melihat Saulus. Bisakah kita seperti Barnabas dalam melihat orang-orang yang jahat atau orang-orang yang berdosa, bahwa mereka juga membutuhkan anugerah Tuhan dalam hidup mereka.

Normalnya manusia dengan normalnya dengan Tuhan berbeda. Normalnya manusia adalah menurunkan nilai Injil yang didasarkan pada pengalaman hidup manusia yang gagal untuk mempraktikkan kasih Kristus yang sesungguhnya. Tetapi normalnya Tuhan berbeda, Kasih Tuhan tetap bisa mengampuni sekalipun orang-orang menganiya dan menyiksa-Nya. Kasih Yesus tidak pernah gagal.

Sebagai orang Kristen kita tidak lagi mengejar kemenangan tetapi hiduplah sebagai orang yang sudah menang dan kudus karena kekudusan dan kemenangan sudah ada didalam kita. Injil ada bukan untuk menyatakan dosa tetapi menyatakan kebenaran Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."(Rm. 1:17)

Manusia mempunyai tiga cara pandang :

  1. Cara pandang orang berdosa yaitu tidak tau yang benar dan yang salah dan itu adalah kenormalan bagi orang berdosa
  2. Cara pandang orang yang rohani. Yaitu memiliki kemampuan yang rohani di tengah-tengah yang tidak rohani dan kudus.
  3. Cara pandang Bapa yaitu cara pandang dimana ia ciptakan manusia dan manusia yang ia ciptakan itu tidak taat, Tetapi ia datang ke dalam dunia untuk mengampuni dan memuilihkan manusia yang berdosa. Dia yang tidak berdosa menjadi berdosa supaya orang yang berdosa beroleh pengampunan dan itu adalah prinsip pertukaran. Cara pandang Bapa dapat melihat berlian di dalam sampah.

Tuhan kita punya cara pandang yang berbeda dengan manusia dan dunia ini seperti firman Tuhan yang berkata, "Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.(Matius 5:38-39). Sebelum Yesus datang ke dalam dunia Ia mengajarkan dimana normalnya manusia adalah jika orang berbuat jahat maka orang membalas kejahatan juga. Tetapi cara pandang Tuhan Yesus berbeda. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.(Matius 5:43-44)

Kita adalah ciptaan baru, yang mampu melihat cara pandang yang baru sperti bagaimana Tuhan melihat dan memandang dunia dan manusia. Jangan pandang manusia dengan cara pandang yang lama agar melalui cara pandang sperti Bapa kita dapat melihat berlian-berlian ditengah-tengah sampah dan kotoran atau mengeluarkan orang-orang berdosa mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Amin….!

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Sermon By : Ps. Raditya Oloan