• Ps. Dieter Nicholas Gunawan
  • 31 Desember 2017
  • 2PM - Pk. 14:00 WIB
  • Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu.
<< back

Mengalami Tuhan Dalam Hidup (Seri Khotbah God's Love)

(8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: (8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? (8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. (Maz. 8:3-5)

Pemazmur ingin memberitahu bahwa pemandangan-pemandangan yang kita pernah lihat di seluruh dunia adalah tidak sebanding dengan manusia. Tuhan menciptakan kita hampir sama dengan Allah. Maka dari itu, kita masih memerlukan Tuhan. Sehebat apapun manusia, kita tidak dapat menyamai Allah.

Manusia begitu berharga di hadapan Tuhan karena waktu Tuhan menciptakan kita, kita dipenuhi tidak hanya dengan nafas kehidupan namun juga kemuliaan Tuhan. Kemuliaan dalam bahasa aslinya adalah kabod. Apakah kabod itu? Kabod adalah bobot, kualitas ilahi yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita. Jangan mengukur hanya dengan apa yang kita miliki. Kita berharga karena apa yang ada didalam diri kita.

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. (1 Ptr. 1:18-19)

Keselamatan kita adalah sesuatu yang mahal. Pahami hari-hari ini bahwa kita adalah pribadi yang mahal. Dan kalau kita tahu bahwa kita adalah pribadi yang mahal, kita harus menjaga kualitas kehidupan kita.

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, (Rom. 3:23)

Dosa mengakibatkan manusia kehilangan kualitas Tuhan. Kehadiran Yesus didalam muka bumi ini hanya ingin mengembalikan hidup kita.

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (1 Yoh. 4:9-10)

Waktu kita jatuh dalam dosa, hidup kita adalah mati secara rohani. Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, kehidupan rohani kita menjadi hidup kembali. Kekristenan bukan hanya rutinitas di hari Minggu, namun seluruh kehidupan kita; kita harus mencapai kesempurnaan Tuhan.

Banyak orang Kristen berubah secara adaptasi, namun yang Tuhan inginkan adalah kita berubah secara metamorfosa. Perubahan dari suatu bentuk yang jelek menjadi bentuk yang bagus. Kristus nyata dalam hidup kita dan kita berubah dari dalam keluar.

Zakheus adalah orang yang orientasinya adalah uang. Suatu hari dia mendengar tentang Yesus, namun belum melihat Yesus secara langsung. Orang kaya meninggalkan gengsi untuk naik ke pohon hanya untuk melihat Yesus secara langsung. Ketika Yesus melihat Zakheus, Yesus ingin menumpang dirumah Zakheus. Dan ini yang terjadi kepada Zakheus. Waktu Zakheus disentuh dan mengalami Yesus dari dalam, cara berpikir Zakheus menjadi berbubah. Setengah dari milik Zakheus akan diberi kepada orang miskin. Dan sekiranya ada orang yang dia peras, dia akan mengembalikan empat kali lipat kepada orang tersebut.

Memasuki tahun 2018, ambil keputusan untuk berubah. Alami Tuhan secara luar biasa dan berubahlah secara radikal.

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"