📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 27
Tidak dapat dipungkiri bahwa Tirus bukan hanya merupakan kota pelabuhan, tetapi juga kota perdagangan yang cukup penting dan berpengaruh saat itu.
Selain itu, Tirus juga dikenal sebagai kota terkaya. Banyak barang dagangan yang diperjualbelikan di sana. Misalnya, perak, besi, timah putih dan hitam, permata, kain, pakaian warna, hasil bumi dan sebagainya. Sistem yang dipakai dalam jual beli adalah sistem bertukar barang (barter).
Di kota Tirus ini, banyak orang dari pelbagai negeri singgah dan melakukan transaksi. Tidak heran jika Tirus dikatakan sebagai kota terindah yang terapung di tengah lautan.
Tirus juga memiliki tentara dari berbagai kerajaan. Mereka menyewa tentara ini untuk menjaga keamanan wilayah mereka. Meski begitu, apa yang terjadi pada Tirus yang indah, makmur, kuat, dan perkasa? Di hadapan Allah, semua yang dibanggakan oleh mereka hanyalah kesia-siaan.
Dengan badai Timur disertai gelombang air pasang yang hebat, Tirus dalam sekejap hancur dan terhempas ke dasar lautan. Tidak ada yang tahan menghadapi murka Allah. Semua orang gemetar melihat dahsyatnya kekuasaan Allah Israel.Â
Hanya rasa takut, ratapan, teriakan pahit, dan jiwa merana yang menghiasi kemusnahan Tirus. Dalam sekejap, Tirus yang merupakan sumber kekayaan dan perputaran ekonomi dunia berubah menjadi teror yang menakutkan bagi banyak bangsa. Tirus yang mereka banggakan telah lenyap dan hilang ditelan bumi. Yang tersisa hanyalah kenangan yang sia-sia
📖 Pengantar Yehezkiel 28
Dampak pilihan Tirus yang ceroboh mengingatkan dunia bahwa hikmat jauh lebih berharga daripada permata. Karena daya tarik pujian, banyak orang rela melepaskan segalanya untuk mendapatkannya. Namun setelah mendapatkan apa yang diidamkannya, suatu bonus malapetaka yang tidak diundang pun datang menyapu bersih apa saja yang berkaitan dengan hasil kesombongan.