📌 Ringkasan sebelumnya : Lukas 2
Kelahiran Yesus Kristus di kandang domba, di kota kecil Betlehem, tentu sudah sangat kita kenal. Namun, ada dua hal yang sungguh menarik sekaligus unik dalam peristiwa itu. Pertama, nama kota kelahiran-Nya, Betlehem. Kedua, Sang Bayi Yesus yang terbaring dalam palungan, tempat makanan domba.
Kata Betlehem berasal dari bahasa Ibrani, yaitu beit lechem, artinya rumah roti. Sementara palungan adalah tempat makanan dan minuman ternak atau binatang, dalam hal ini domba-domba. Tuhan Yesus sendiri dalam Injil Yoh. 6: 35 menyatakan, "Akulah Roti Hidup. Barang siapa datang kepada-Ku ia tidak akan lapar lagi...." Roti bagi orang Israel adalah makanan pokok. Berdasarkan data di atas, kiranya kita bisa menarik sebuah kesimpulan. Kelahiran Yesus adalah kelahiran Sang Roti Hidup, di "rumah roti", dan terletak di tempat makanan dan minuman domba-domba.
Peristiwa malaikat datang kepada para gembala sangatlah luar biasa. Pasalnya, gembala adalah orang biasa, bahkan miskin. Ada anggapan umum dalam masyarakat Israel bahwa para gembala adalah golongan orang yang tak peduli kepada Tuhan, dan juga sebaliknya, bahwa Tuhan tidak memedulikan golongan mereka.
Ironisnya, malaikat Tuhan justru datang kepada para gembala dan memberitakan kepada mereka kabar kelahiran Sang Juru Selamat. Bukan hanya itu, para gembala menyaksikan bala tentara surga memuji-muji Allah.
Peristiwa-peristiwa besar itu seperti mimpi di siang bolong yang sulit dipercaya. Oleh karena itu, para gembala pergi ke Betlehem untuk mengecek kebenaran "penglihatan" tersebut. Hasilnya, apa yang mereka lihat persis seperti apa yang dikatakan oleh malaikat Tuhan.
Peristiwa tersebut membuat para gembala begitu bersukacita. Mereka kemudian menceritakannya kepada banyak orang, mereka juga kembali dengan memuji dan memuliakan Allah.
Ada empat hal atau peristiwa penting terkait dengan para gembala, yaitu orang biasa yang tidak peduli Tuhan, malaikat datang, bukti kebenaran, dan respons perubahan. Rangkaian empat hal ini juga menjadi pola yang dialami oleh anak-anak Tuhan. Setiap kita adalah orang berdosa yang pada awalnya tidak mengenal Tuhan, bahkan dapat dikatakan tidak peduli kepada Tuhan. Kemudian, kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan, melihat dan mengalami bukti-bukti kebaikan Tuhan. Setelah semua itu, seharusnya kita merespons dengan kehidupan yang senantiasa memuji dan memuliakan Tuhan.
📖 Pengantar Lukas 3
Tugas Yohanes Pembaptis adalah merintis kedatangan Sang Mesias. Dia harus menyiapkan sikap dan kehidupan umat Tuhan Israel untuk bertobat dan menerima baptisan. Hanya dengan itulah, Allah akan mengampuni dosa mereka.
Tampillah Yohanes Pembaptis di dekat sungai Yordan. Dia menyerukan suara pertobatan. Dia mempersiapkan umat dengan mengutip seruan nabi Yesaya (Yes. 40:3-5), "Persiapkanlah jalan untuk Tuhan. Luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun; setiap gunung dan bukit akan diratakan; (jalan) yang berliku-liku akan diluruskan; (jalan) yang berlekuk-lekuk akan diratakan; dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."