📌 Ringkasan sebelumnya : Yohanes 3
Agama tidak dapat membawa manusia untuk mengenal Allah yang sejati. Nikodemus merupakan contoh untuk fakta itu.
Nikodemus adalah seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi. Yesus menyebut dia sebagai pengajar Israel. Suatu status yang tinggi jika ditinjau dari sudut pandang sosial dan agama pada waktu itu. Ini memperlihatkan bahwa Nikodemus adalah seorang terhormat dan bukan orang yang biasa-biasa saja. Dengan status demikian, tentu orang akan berpikir bahwa Nikodemus adalah orang saleh yang kemungkinan besar tidak akan menerima hukuman Allah. Namun Yesus berbicara kepadanya mengenai murka Allah yang akan membinasakan semua orang yang tidak percaya kepada Anak Allah.
Nikodemus yang dapat mengenali Yesus melalui tanda-tanda yang diperbuat Yesus ternyata gagal melihat Kerajaan Allah. Ia tidak menyadari bahwa yang menjadi lawan bicaranya adalah Sang Raja sendiri, Mesias yang adalah Anak Allah. Ia mengira bahwa lawan bicaranya hanya seorang guru, sama seperti dirinya. Sementara menurut Yesus, tidak ada orang yang dapat melihat Kerajaan Allah tanpa dilahirkan kembali. Melihat Kerajaan Allah berarti beroleh hidup kekal, dan itu bisa terjadi bila orang mengalami pembaruan yang dilakukan oleh Roh Kudus. Jika tidak, maka siapa saja akan menerima hukuman dan binasa.
Kesadaran akan sentralitas Kristus, akan menjaga pemberitaan gereja dari berbagai godaan untuk memegahkan diri. Yohanes Pembaptis sangat menyadari hal ini. Itu sebabnya, ketika para murid Yohanes protes karena orang banyak lebih memilih mengikut Tuhan Yesus daripada mengikutinya, Yohanes justru mensyukuri hal ini. Baginya, Tuhan Yesuslah yang diutus Allah Bapa untuk menyelamatkan manusia, sedangkan dirinya hanyalah pendahulu yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Nya. Maka ketika Tuhan Yesus semakin populer, Yohanes semakin bersukacita. Yesus harus makin besar, Yohanes harus surut ke belakang. Yohanes, penulis Injil ini menegaskan sikap Yohanes Pembaptis ini dengan menyatakan bahwa Tuhan Yesuslah satu-satu-Nya yang diutus Allah dan diurapi Roh Allah secara tak terbatas untuk menyaksikan Allah kepada dunia ini agar mereka percaya dan diselamatkan. Allah Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada Kristus sehingga hanya melalui Dia semua orang yang percaya kepada-Nya mendapatkan keselamatan.
📖 Pengantar Yohanes 4
Ucapan-ucapan pengajaran Yesus, tidak cukup bila hanya didengarkan. Ucapan-ucapan itu begitu menggelitik bahkan memancing hati dan pikiran untuk terlibat lebih dalam lagi. Percakapan Yesus dengan perempuan Samaria penuh dengan pengajaran-pengajaran yang luar biasa dalam maknanya. Pembahasan bergulir mulus dari soal air, timba dan sumur ke sosok Kristus, Sang Air Hidup. Yesus menampilkan suatu metode penginjilan pribadi yang mengesankan.