📌 Ringkasan sebelumnya : Lukas 6
Sabat, bukanlah sekadar hari yang dikhususkan dalam tradisi Yahudi. Sabat merupakan sebuah hari raya yang sangat dipelihara dan disakralkan, bahkan hingga pada saat ini. Hari Sabat yang dihitung berdasarkan penanggalan Yahudi, dimulai sejak Jumat, sore hingga Sabtu, sore tepat pada saat matahari terbenam.
Orang Yahudi sangat teguh memegang seluruh peraturan hukum Taurat. Untuk memastikan bahwa setiap hukum dimengerti dan dilakukan dengan sebaik-baiknya, para pemuka agama memandang perlu menambahkan hal-hal yang mendetail terhadap hukum yang telah ada tersebut. Berbagai penambahan kemudian mengakibatkan timbulnya banyak larangan untuk melakukan ini dan itu.
Tuhan Yesus bukannya tidak mengetahui semua aturan yang diterapkan pada saat itu.
Akan tetapi, Tuhan Yesus juga mengetahui bahwa pemahaman tersebut adalah pemahaman yang salah. Hari Sabat diberikan Tuhan, justru untuk dinikmati manusia sebagai hari peristirahatan dan hari untuk beribadah kepada Tuhan. Namun para pemuka agama telah mengubah maksud Tuhan itu menjadi hal yang sebaliknya. Oleh sebab itu Tuhan Yesus menandaskan kepada mereka bahwa, "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat". Perkataan Yesus tersebut merupakan indikasi bahwa orang Israel tidak boleh menempatkan aturan-aturan manusia lebih tinggi dari pada penghormatan mereka kepada Tuhan.
Kemudian Yesus memilih dua belas orang dari sejumlah orang yang mengikuti Yesus. Mereka disebut rasul. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda, tetapi disatukan oleh Yesus ke dalam satu komunitas yang baru. Merekalah yang akan melanjutkan pekerjaan Yesus ke seluruh dunia. Sebab itu, Yesus akan memusatkan waktu-Nya serta perhatian-Nya untuk mempersiapkan kedua belas orang itu. Ia akan mengajar dan melatih mereka untuk mengemban misi-Nya karena dunia membutuhkan Dia. Ini nyata dari fakta bahwa, ada orang-orang yang datang dari berbagai penjuru untuk menemui Yesus. Bahkan dari wilayah orang-orang nonYahudi seperti Tirus dan Sidon. Mereka meninggalkan pekerjaan dan rutinitas mereka sehari-hari lalu menempuh perjalanan sedemikian jauh untuk bertemu Yesus. Tentu tak sedikit yang membawa serta orang-orang yang mereka kasihi, yang sedang sakit atau kerasukan setan. Mereka butuh mendengarkan perkataan-Nya, mereka butuh disembuhkan oleh Dia. Oleh karena itu, bersama para murid, Yesus menemui mereka.
Murid-murid Yesus memang tidak boleh tinggal hanya dalam komunitasnya sendiri. Mereka harus berelasi dengan orang lain dalam cara relasi yang berbeda dengan dunia. Para murid harus memiliki belas kasihan terhadap orang-orang yang membutuhkan Yesus dan kemudian mengantar mereka kepada-Nya.
📖 Pengantar Lukas 7
Anugerah Allah, dalam Yesus Kristus terjadi bukan karena kebaikan manusia. Anugerah Allah terjadi karena kebaikan dan belas kasihan Allah kepada manusia yang membutuhkan pertolongan dan kuasa-Nya. Keselamatan pun adalah anugerah yang dinyatakan-Nya kepada kita yang percaya. Semata tidak berdasarkan status, kedudukan, dan kebaikan seseorang, baik menurut penilian diri maupun penilaian masyarakat.