📌 Ringkasan sebelumnya : Maleakhi 4
Gambaran Hari Tuhan yang mengerikan begitu dominan, sehingga setiap orang berusaha luput dari hari yang menakutkan itu. Maleakhi mengungkapkan hari itu sebagai hari tanpa pengharapan bagi orang-orang fasik. Hari itu menyala seperti perapian, dan semua orang fasik seperti jerami yang terbakar habis. Akan tetapi, sisi lain dari Hari Tuhan ialah hari sukacita dan bahagia bagi orang yang takut akan Tuhan. Pada hari itu, orang benar bersukacita dan berpesta karena orang jahat dikalahkan dan orang fasik tidak mendapat tempat lagi di bumi.
Perjalanan kebenaran yang panjang dan berliku-liku karena selalu mendapat hambatan dan rintangan, kini memasuki masa-masa yang bahagia. Itulah pengharapan setiap orang yang memperjuangkan kebenaran. Hari Tuhan menanamkan benih-benih pengharapan bagi orang benar yang frustrasi melihat kejahatan dan kefasikan yang mendominasi seluruh bidang kehidupan. Hari Tuhan memberikan ketegaran dan kekuatan bagi setiap orang yang mencintai Tuhan dan tekun dalam pekerjaan-Nya. Memperjuangkan kebenaran di jalan Tuhan memang berat, tetapi menyukakan hati sebab orang tersebut sedang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan kekal. Hal ini seperti benih yang ditabur hari ini, kendati banyak kendala dan tantangan, akan membuahkan buah-buah segar di hari esok.
Nubuat mengenai Hari Tuhan didahului dengan datangnya Nabi Elia yang akan mempersiapkan hati orang untuk bertobat menyambut Hari Tuhan tersebut.
Dalam PB, Yohanes Pembaptis adalah Nabi Elia tersebut. Pada masa kini, kita dipanggil untuk meneruskan tugas kenabian itu agar banyak orang berpaling kepada Tuhan dan bertobat, sehingga Hari Tuhan menjadi hari yang penuh sukacita dan bukan ratap tangis penyesalan tanpa akhir.
📖 Pengantar Matius 1
Bila kita membaca Alkitab dan bertemu dengan daftar silsilah, mungkin kita pernah mengabaikannya karena amat panjang dan membosankan. Bagaimana dengan daftar silsilah Yesus?
Matius menggambarkan dengan rinci daftar panjang ini dengan memberikan tiga pembagian: empat belas keturunan mulai dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan mulai dari Daud sampai pembuangan di Babel dan empat belas keturunan dari pembuangan sampai Kristus