Banyak waktu dalam kehidupan seharusnya kita pergunakan untuk mengenal Tuhan, tujuan hidup, hal kebenaran, dan melakukan kehendak-Nya. Pertanyaannya ialah, apakah kita sungguh-sungguh menyenangkan Dia ? Sudahkah kita menyadari sesungguhnya kita ini ada adalah untuk Tuhan, dan bukan sebaliknya dimana Dia kita manfaatkan untuk kepentingan-kepentingan diri kita sendiri.
Pesan tentang melakukan kehendak Tuhan seringkali jarang diberitakan, tetapi kita harus tetap mengenal kehendak-Nya dalam hidup kita. Dasar iman kita harus kuat, karena sekalipun kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita harapkan dari Tuhan, namun Tuhanlah sumber kehidupan kita. Karena itu kita perlu berjalan sesuai kehendak-Nya.
Galatia 4 : 4 - 5
Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
Hati-hati dengan kepemimpinan yang sudah Tuhan percayakan kepada kita, baiknya kita menjadi contoh bagi generasi di bawah kita, supaya mereka memiliki “jejak-jejak iman” kepada Tuhan lewat pemuridan yang kita lakukan. Mungkin kita pernah mengalami kegagalan, namun itu bukanlah identitas sejati kita, melainkan hanyalah sebuah proses kehidupan. Jika Tuhan masih memberikan “tanda koma” (anugerah, kebaikan, dan kesempatan dari-Nya), janganlah kita memberi tanda titik (menyerah dalam kegagalan).
Galatia 3 : 3
Adakah kamu sebodoh itu ? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging ?
Jangan memulai dengan Roh dan mengakhirinya dalam daging; miliki disiplin yang tinggi bagi diri kita, misalnya puasa (menguasai diri supaya kita semakin mengutamakan kehendak-Nya), karena disiplin rohani sesungguhnya adalah sarana kasih karunia. Jadi, apakah kita juga sungguh-sungguh takut akan Tuhan ? Ataukah kita masih mengecewakan Dia, menjadi liar dalam pemikiran ?
Lukas 21 : 33
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Pastikan hidup kita tetap milik Tuhan, bukan milik dunia. Apalagi ke depan ini akan lebih sukar karena tidak ada kepastian serta keamanan yang mutlak di dalam dunia ini, selain Tuhan Yesus sendiri. Karena itu, jadikan Yesus sebagai Raja dalam hidup kita dan miliki gaya hidup rohani yang memberi kekuatan bagi kita sehari-hari.
Tanda Yesus menjadi Raja dalam kehidupan kita adalah melakukan kehendak Tuhan, keinginan kita sudah tidak penting lagi alias kita menjadi semakin selaras dengan Tuhan, mengerjakan kehendak Tuhan, dan seluruh kehidupan yang kita miliki saat ini ada dalam kehendak Tuhan.
Lukas 2 : 11
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
Siapa yang menjadi Raja yang sesungguhnya berkuasa dalam hidup kita akan terlihat dan tampak dari cara hidup kita sehari-hari. Jika kita mengaku sebagai orang Kristen, namun cara hidup kita masih duniawi, maka sesungguhnya itu cuma agama, bukan benar-benar menghidupi sistem kerajaan surga. Dengan sistem hidup yang salah, maka sudah pasti hidup kita akan berantakan dan tidak terarah.
Jadi, siapakah Yesus bagi kita ? Saat ini, masihkah Ia menjadi Raja ? Siapa Dia bagi kita akan sangat menentukan bagaimana kita menjalani hidup ini. Tsnpa Dia, kita akan mudah menyerah saat menghadapi permasalahan dan pergumulan hidup.
Matius 16 : 13, & 15 - 18
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya : Kata orang, siapakah Anak Manusia itu ? ... Lalu Yesus bertanya kepada mereka : Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini ? Maka jawab Simon Petrus : Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup ! Kata Yesus kepadanya : Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Matius 16 : 21 - 23
Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya : Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus : Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.
Supaya kita mengerti kehendak-Nya, maka perlu bagi kita untuk bergaul karib dengan Dia. Pengertian yang lebih mendalam lagi ialah : adalah lebih baik kita berhenti bernapas daripada seumur hidup tidak mengerti, tidak mengenal, serta tidak mengetahui kehendak-Nya bagi kita.
Jangan mengkompromikan kebenaran yang kita terima dari Tuhan dengan pola pikir duniawi dan kepentingan kedagingan kita sendiri. Jika kita tidak mau ditegur oleh kebenaran, maka ujungnya adalah kehancuran.
Berbahagialah apabila kita mengenal dan menghidupi kehendak Tuhan, dan bukan karena hal-hal lainnya yang semu, atau membangun jati diri kita di atas materi maupun penampilan jasmani yang bersifat sementara. Jangan memiliki konsep berpikir seperti orang dunia, melainkan apa yang seturut kehendak-Nya saja.
1 Petrus 3 : 17
Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu dikehendaki Allah, dari pada menderita karena berbuat jahat.
1 Petrus 4 : 3
Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
Saat ini, Tuhan sedang mencari orang-orang yang mau mengerjakan kehendak-Nya, jadilah orang yang melakukan kehendak Tuhan. Ia memiliki rancangan yang sempurna bagi kita anak-anak-Nya (Mazmur 139 : 1 - 24), dan kita sangat berharga di pandangan mata-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



