
Ibu Pdp. Tirza Juliana membagikan sesuatu yang sangat menarik pada ibadah live streaming Minggu lalu mengenai prinsip "3W" yang dapat kita praktikkan terutama ketika menghadapi masa-masa dalam permasalahan.
Sebab, dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada dari kita yang tidak mengalami masalah, baik itu orang Kristen maupun orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan. Namun, apa yang membedakan ialah bagaimana respons kita, terutama Siapa yang menyertai kita, dan kepada Siapa kita mau bersandar serta meminta tolong.
Jadilah seperti Daud yang senantiasa berlari, berdoa, dan bersandar hanya kepada Tuhan.
Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji. Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, -- sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku. (Mazmur 63:1-9)
Apa saja prinsip "3W" yang juga bisa kita terapkan saat berada dalam masalah dalam hidup ini?
Kita dapat menunggu akan pertolongan dan hadirat Tuhan. Di dalam hadirat-Nya, ada damai sejahtera. Di dalam hadirat-Nya, kita dapat menyampaikan apa pun yang menjadi beban maupun kerinduan hati kita. Di dalam hadirat-Nya, kita akan memperoleh kekuatan yang baru. Karena itu, sudahkah kita menyediakan waktu untuk berdoa kepada-Nya, berseru dan berlari kepada-Nya?
Kita akan melihat Tuhan bekerja, menolong, bahkan ganti "berperang" bagi kita terhadap setiap pergumulan maupun permasalahan yang mungkin sedang kita hadapi. Dan Ia dapat melakukannya dengan cara-cara yang ajaib, yang mungkin tidak kita mengerti, maupun melalui orang-orang yang tidak kita sangka-sangka. Karena itu, sudahkah kita menyadari akan campur tangan Tuhan dalam hidup kita?
Kita pasti memperoleh kemenangan dalam Tuhan, dan sekalipun kita mungkin tidak atau belum menerima jawaban terhadap doa maupun perubahan atas keadaan serta permasalahan kita, kita mau tetap percaya kepada-Nya. Dan itulah salah satu bentuk iman yang sejati, dan bahwa Dialah --serta kehadiran-Nya dalam hidup kitalah-- Jawaban yang kita butuhkan. Kita pun lebih daripada pemenang ketika tetap melekat kepada Tuhan.
Apa pun "padang gurun kehidupan" kita, tetaplah menunggu akan pertolongan dan hadirat Tuhan, tetap memandang pada pertolongan dan tangan-Nya dalam cara-Nya menolong kita, dan tetap beriman bahwa kita adalah orang-orang yang lebih daripada pemenang oleh karena iman kita kepada Tuhan Yesus.
Roma 8:37 (TSI), "Tetapi dalam semua hal, kita mendapat kemenangan sempurna melalui Kristus yang sudah menyatakan kasih-Nya yang luar biasa kepada kita."
Kristus sungguh mengasihi kita. Bahkan Ia menolong kita supaya kita selalu menang kalau kita mengalami kesukaran di dalam hidup. (BSD)
But even though all these bad things may happen to us, we win completely/triumphantly over these things because Christ, who loves us, helps us. (DEIBLER)
Mazmur 118:9 (VMD), "Lebih baik mempercayai TUHAN daripada mempercayai pemimpin besar."
Lebih baik berlindung kepada-Nya daripada kepada raja yang paling perkasa sekalipun. (FAYH)
Far better to take refuge in GOD than trust in celebrities. (MSG)
It is better to depend on the LORD than to trust influential people. (GWV)
~ FG