
Saya menggemari film-film yang berbau luar angkasa. Suatu kali, pernah melihat sebuah film yang salah satu adegannya menampilkan seseorang bersama sahabatnya sedang terduduk berdua di planet lain mengamati gumpalan-gumpalan awan yang menyerupai dengan yang ada di bumi, dan ia yakin bahwa suatu hari mereka akan dapat menyaksikan awan yang sebenarnya di planet yang sedang kita pijaki ini.
Sementara itu, mungkin kebanyakan orang maupun kita juga merasa biasa-biasa saja melihat hal-hal seperti itu yang sudah dapat kita saksikan maupun alami sehari-hari, bukan? Apa yang terasa biasa bagi kita belum tentu biasa juga bagi orang lain, terutama yang sangat menghargainya apabila memiliki maupun mengalaminya.
Cobalah pandang ke awan-awan di atas sana. Masihkah luar biasa, atau biasa-biasa saja karena terbiasa melihatnya setiap hari? Sesuatu yang sudah terbiasa serta sering terjadi atau ada dalam hidup kita itu cenderung menjadi biasa-biasa saja, padahal belum tentu seperti itu, bukan?
Terkait hal melihat terutama dalam kehidupan rohani juga ialah mungkin masih banyak orang yang tergoda untuk melihat hal-hal yang sesungguhnya sia-sia.
Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk memohon kepada-Nya agar menjagai kita dari melihat sesuatu yang tidak berguna.
Mazmur 119:37, "Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah d aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!"
Janganlah biarkan aku memperhatikan yang tidak berguna. Tolonglah aku hidup pada jalan-Mu. (VMD)
Turn away my eyes from beholding vanity (idols and idolatry); and restore me to vigorous life and health in Your ways. (AMP)
Turn my eyes away from worthless things. Give me a new life in your ways. (GWV)
Dan satu hal lagi yang mungkin lebih mendasar terkait apa yang kita lihat ialah: apakah kita sekadar selalu memandang pada masalah-masalah yang ada, ataukah lebih pada memandang kepada Allah saja serta mengharap akan kasih setia serta kebaikan-Nya? Jika kita hanya melihat pada masalah, kita akan lemah, tetapi apabila kita mau memandang pada Allah serta pertolongan-Nya, kita akan dapat tetap kuat dan ditolong oleh-Nya.
Mazmur 132:2, "Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita."
Kita memandang Yahweh, Allah kita, sambil mengharapkan belas kasihan dan kebaikan hati-Nya, sama seperti seorang hamba laki-laki memandang tuannya atau hamba perempuan memandang nyonyanya sambil mengharapkan kemurahannya. (FAYH)
Servants look to their master, but we will look to you, until you have mercy on us. (CEV)
Matius 6:23 (FAYH), "Tetapi, jika mata kalian diliputi dengan pikiran dan keinginan jahat, maka kalian berada dalam kegelapan rohani. Dan kegelapan itu dapat menjadi pekat sekali!"
But when your eyes are bad, everything is dark. If the light inside you is dark, you surely are in the dark. (CEV)
But if your eyes are bad, you are not able to see things well. And if that continues, the time will come when you will not be able to see at all. You will be in complete darkness. Similarly, if you continue to be greedy, you will be in spiritual darkness. If all that your eyes can see and your mind can think about involves your greedily desiring material possessions, all that you do will be evil. (DEIBLER)
"The way you see things depends a great deal on where you look at them from." ~ Norton Juster
~ FG