
Jika Dia adalah Gembala yang baik, sering kali kita adalah domba-domba yang sering kali memberontak, tersesat, dan mengambil jalan kita sendiri.
Kita masing-masing sesat seperti domba, ujar firman Tuhan. Namun Tuhan kita setia.
Yesaya 53:6, "Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian."
Kita semua sesat seperti domba! Kita meninggalkan jalan TUHAN dan memilih jalan sendiri. Namun TUHAN menanggungkan segala kesalahan serta kejahatan kita ke atas Dia! (FAYH)
We're all like sheep who've wandered off and gotten lost. We've all done our own thing, gone our own way. And GOD has piled all our sins, everything we've done wrong, on him, on him. (MSG)
Seperti domba dikenal sebagai hewan yang mudah tersesat, tidak bisa menemukan jalan pulang sendiri, dan rentan terhadap bahaya, kita pun mungkin sering memberontak atau mengikuti kehendak sendiri, bukan kehendak Gembala; percaya pada pemikiran dan rencana kita sendiri, sehingga tersesat atau kehilangan arah yang benar di dunia yang penuh dengan kegelapan serta sering kali membingungkan ini.
Dalam kebanggaan kita, kita mengira bisa mengatur hidup sendiri. Dalam ketakutan kita, kita lari dari suara Sang Gembala. Dalam kesibukan kita, kita lupa untuk mengikuti jejak-Nya. Padahal, Dialah gembala yang baik dan setia.
Yohanes 10:11 (TSI), "Akulah gembala yang setia. Seorang gembala yang setia akan menyerahkan nyawanya untuk menyelamatkan domba-dombanya."
"I am the Good Shepherd. The Good Shepherd puts the sheep before himself, sacrifices himself if necessary. (MSG)
I am like a good shepherd. A good shepherd is willing to die to save the sheep. Similarly, I am ready to sacrifice myself to save those who belong to me. (DEIBLER)
Kebesaran kasih-Nya justru terlihat jelas ketika dibandingkan dengan kondisi kita yang tersesat, tetapi Dia mencari, Dia tidak tinggal diam saat kita tersesat (Lukas 15:4-6). Kita memberontak, tetapi Dia sabar, kesabaran-Nya melebihi pemberontakan kita. Kita mengambil jalan sendiri, tetapi Dia menawarkan jalan-Nya (Yohanes 14:6). Kebaikan Sang Gembala bukan semata-mata karena ketaatan domba-domba-Nya, tetapi karena sifat-Nya yang penuh kasih dan setia.
Hari ini, jika kita menyadari bahwa kita telah tersesat, berhentilah berlari lebih jauh. Dengarkan suara-Nya melalui firman-Nya. Dia mencari ketika kita tersesat, mengampuni ketika kita memberontak, dan menuntun kita kembali ke jalan yang benar. Semoga kita lebih peka mendengar suara-Nya dan setia mengikuti jejak-Nya, Yesus Kristus, Sang Gembala yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya.
Jangan mau menjadi domba yang tersesat lagi.
~ FG