
Mazmur 106:1 (BIS), "Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik; kasih-Nya kekal abadi."
HALELUYA! Terima kasih, TUHAN! Betapa baiknya Engkau! Kasih-Mu kepada kami tetap untuk selama-lamanya. (FAYH)
Hallelujah! Thank GOD! And why? Because he's good, because his love lasts. (MSG)
We will celebrate and praise you, LORD! You are good to us, and your love never fails. (CEV)
Sadarkah kita akan kasih setia Allah pada kita sampai saat ini?
Seperti halnya pemazmur mengakuinya, meski umat-Nya Israel berkali-kali menyakiti hati-Nya.
Pemazmur mengakui dosa dan ketidaksetiaan mereka serta berdoa agar Allah akan melawat umat-Nya yang bertobat dan menerima mereka kembali dengan keselamatan serta berkat. Sebagai umat Allah, memang seharusnya secara pribadi dan secara bersama mengakui kekurangan mereka di hadapan Tuhan. Demikian juga, apabila kita mengakui kegagalan rohani kita dan bertobat, maka suatu kebangunan dan pembaharuan sejati dapat terjadi. Mengapa?
Karena kasih setia Allah.
Namun ingat, setiap detik dalam waktu hidup kita ini berjalan terus maju dan tidak akan pernah bisa diputar kembali. Sudahkah kita berbuat sesuatu bagi Allah? Sudahkah kita menghargai kasih setia-Nya?
Saat keadaan manis, bersyukurlah karena Tuhan baik. Saat keadaan pahit, tetaplah bersyukur karena kasih setia-Nya tidak pernah berubah dan Ia sedang merajut sesuatu yang indah bagi setiap kita. Jadi, baik pada saat manis maupun pahit, tetaplah berada dalam kasih setia Allah.
~ Yuliana Sondakh