
Pernahkah kita berada dalam sebuah situasi yang membuat kita benar-benar takut namun tidak tahu harus berlindung kepada siapa lagi? Saya pun sepertinya pernah.
Di saat-saat seperti itu, satu-satunya tempat kita berlindung yang terbaik dan tepercaya ialah kepada Tuhan sendiri. Karena Dialah tempat perlindungan kita yang sejati. Seperti Daud, maupun hamba-hamba yang lainnya, yang mengandalkan Tuhan sebagai tempat perlindungan mereka.
Demikian pula hendaknyalah kita.
Mazmur 119:114 (BIS), "Engkaulah pembela dan pelindungku, aku berharap pada janji-Mu."
Sembunyikanlah aku dan lindungilah aku. Aku percaya pada semua firman-Mu. (VMD)
Engkaulah tempat perlindunganku dan perisaiku; janji-janji-Mu adalah satu-satunya sumber harapanku. (FAYH)
You're my place of quiet retreat; I wait for your Word to renew me. (MSG)
Karena mengandalkan diri maupun meminta pertolongan pada manusia itu sering kali mengecewakan, maupun sering kali mereka mungkin memiliki motif yang tersembunyi apabila menolong ataupun membantu kita.
Jadi, kapan terakhir kali kita sudah benar-benar kembali pada kesadaran penuh secara rohani untuk mengandalkan Allah dan bersandar (benar-benar berserah, berharap, dan berlindung) hanya kepada-Nya?
Amsal 12:10 (VMD), "Orang baik peduli terhadap ternaknya, tetapi orang jahat tidak tahu berbaik hati."
Orang baik memperhatikan keselamatan hewannya; tetapi orang jahat, kebaikannya sekalipun masih bersifat kejam. (FAYH)
A [consistently] righteous man regards the life of his beast, but even the tender mercies of the wicked are cruel. (AMP)
~ FG