
Ketika mengikuti event Summits to Sea 100, karena cuaca menunjukkan potensi hujan, bahkan telah diguyur hujan beberapa saat menjelang start, saya memutuskan untuk membawa sepasang sandal jepit, jas hujan plastik, dan beberapa peralatan lainnya di dalam tas lari atau running vest.
Namun, menginjak sekitar kilometer 20-an, perlengkapan yang saya bawa, terutama sandal tersebut, terasa sangat membebani ataupun membuat bertambah berat, sehingga saya putuskan untuk memberikannya ke seorang asing yang tidak saya kenal, demi mengurangi beban yang tidak perlu. Apalagi ternyata, puji Tuhan, waktu itu hujan urung turun.
Penulis kitab Ibrani mungkin bukanlah seorang pelari ataupun pernah juga mengamati sebuah pertandingan lari, namun ia cukup mengerti rahasia untuk berlari dengan baik, yakni salah satunya ialah menanggalkan beban yang tidak perlu.
Ibrani 12:1 (FAYH), "KARENA begitu banyak orang beriman memperhatikan kita, marilah kita menanggalkan segala sesuatu yang memperlambat atau menghambat kita, terutama dosa yang melilit kaki kita dengan erat dan merintangi jalan kita. Marilah kita berlari dengan sabar serta tekun dalam perlombaan yang disediakan oleh Allah di hadapan kita."
Do you see what this means--all these pioneers who blazed the way, all these veterans cheering us on? It means we'd better get on with it. Strip down, start running--and never quit! No extra spiritual fat, no parasitic sins. (MSG)
We know about many people like that who showed they trusted in God. They are like a crowd of spectators who are cheering for us inside a stadium. Knowing that, we must put away all the things that hinder us, as a runner puts aside everything that would hinder him because they are heavy. Especially we must put away sinful actions that hinder us, as a runner sets aside clothes he does not need, clothes that would entangle him. Let us wholeheartedly strive to achieve what God has planned for us, as someone in a race wholeheartedly runs the course that is before him. (DEIBLER)
Apa yang menjadi beban yang tak perlu yang kita panggul hari-hari ini, demi melangkah lebih dekat lagi menuju tujuan maupun menjalani kehendak Allah dalam hidup kita? Adakah dosa-dosa tertentu yang masih kita simpan maupun perbuat? Apakah ada pikiran-pikiran yang salah? Dan hal-hal lainnya yang terasa menjadi beban, yang sebenarnya tidak perlu.
Tanggalkanlah beban kita, terutama beban dosa.
Catatan Full Life mengingatkan mengenai ayat pesan firman Tuhan hari ini, perlombaan ini merupakan ujian iman seumur hidup kita di dalam dunia ini. Harus diikuti dengan tekun, yaitu dengan kesabaran dan ketabahan, mengikuti teladan para pahlawan iman yang maju terus sampai garis akhir. Punya kesadaran bahwa bahaya terbesar yang menghadang kita adalah pencobaan untuk menyerah lagi pada dosa, kembali seperti manusia lama kita, dan hidup menjadi seperti orang-orang yang duniawi. Padahal, kita telah begitu jauh melangkah bersama-Nya.
~ FG