📌 Ringkasan sebelumnya : Markus 7
Kepada serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat, Yesus mengatakan bahwa mereka seperti yang dikatakan oleh Nabi Yesaya. Nabi Yesaya pernah bernubuat tentang bangsanya. Mereka adalah bangsa yang munafik. "Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku, percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia".
Orang-orang Farisi dan ahli Taurat membeci Yesus karena Ia memberlakukan semua yang diperintahkan Bapa-Nya dengan sungguh-sungguh dan jujur. Sementara orang-orang Farisi dan ahli Taurat, yang mengatakan sebagai para pelayan Tuhan, malah sibuk dengan urusan adat istiadat nenek moyang. Celakanya, mereka memakai adat istiadat dengan mengatakan bahwa adat istiadat nenek moyang merupakan perintah Tuhan sendiri. Kemunafikan mereka dibungkus dalam bentuk ritual dan kesalehan agamawi.
Yesus tidak suka dengan kemunafikan. Kemunafikan adalah sebuah kenajisan bagi Allah. Karena itu, Ia menasihati banyak orang supaya hidup dengan integritas. Ia menegaskan: "Apa pun yang dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya”.
đź“– Pengantar Markus 8
Empat ribu orang dikenyangkan dengan tujuh roti dan beberapa ikan kecil? Bukankah seharusnya lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan? Bacaan hari ini mencatat, Yesus memberi makan ribuan orang secara ajaib untuk kali keduanya. Yang pertama terjadi di dekat Betsaida, dan yang kedua di daerah Dekapolis. Meski sama-sama ada di sekitar Danau Galilea, tempat kejadian pertama merupakan daerah orang Yahudi, sedangkan yang kedua adalah daerah non-Yahudi, alias daerah orang kafir.