π Ringkasan sebelumnya : Lukas 7
Dalam nas ini, kita membaca kisah seorang perwira Romawi yang takut akan Allah dan sangat mengasihi orang Yahudi. Setidaknya, ini dibuktikannya ketika ia mau menanggung biaya pembangunan rumah Ibadat. Perwira ini juga sangat mengasihi hambanya. Ketika hambanya sakit, melalui tua-tua Yahudi, ia meminta agar Yesus datang untuk menyembuhkan.
Kejadian aneh pun muncul. Ketika Yesus sudah mendekat, perwira itu malah meminta sahabatnya menghalangi-Nya. Sekilas, perlakuan ini sungguh tidak sopan. Namun, alasan dari tindakan ini sangat mengharukan. Ia melakukan itu karena merasa tidak layak menerima dan menjamu Yesus. Mungkin, perwira itu merasa sangat berdosa sehingga tidak pantas menerima tamu semulia Yesus. Yesus mengagumi iman perwira ini. βIman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai... di antara orang Israel, β kata-Nya. Setelah orang-orang suruhan itu kembali ke rumah, mukjizat pun terjadi. Mereka mendapati bahwa hamba sang perwira telah sehat.
Sudah kehilangan suami, kehilangan pula putra tunggalnya. Maka bisa dibayangkan betapa sedihnya sang janda dari Nain ini. Kita tentu bisa memaklumi bila sang janda meratap atau menangis tersedu-sedu ketika mengantar jenazah anaknya ke liang kubur. Putuslah sudah harapannya karena masa depannya adalah anaknya itu.
Rombongan yang tengah dirundung dukacita itu bertemu dengan rombongan Yesus di dekat pintu gerbang kota. Yesus, yang melihat si janda, tergerak oleh belas kasihan. Perkataan Yesus, "Jangan menangis.." dapat saja dikira sebagai perkataan yang tidak peka pada kesedihan orang lain. Namun Yesus berkata demikian karena si janda sudah tidak perlu lagi menangis, sebab putra tunggalnya itu akan hidup kembali.
Yesus adalah Tuhan yang berotoritas atas maut. Tanpa melalui ritual tertentu, Yesus hanya menginstruksikan agar anak muda itu bangkit. Ketika firman-Nya yang memberi hidup itu disampaikan, jenazah itu pun menunjukkan tanda-tanda kehidupan: bangun, duduk, dan berbicara. Sang janda tentu tidak pernah mengharapkan mukjizat itu.
π Pengantar Lukas 8
Pelajaran hari ini mengingatkan kita bahwa hidup yang diubahkan selalu dimulai dengan kesediaan mendengar Injil. Lalu mengalami perubahan hidup oleh Injil itu. Dua belas murid Yesus dan beberapa perempuan adalah sebagian contoh dari orang-orang yang hidupnya diubahkan oleh Injil: dari penjala ikan menjadi penjala manusia, dari pemungut cukai menjadi pengikut Yesus, dari keadaan sakit disembuhkan dan dari keadaan dikuasai roh jahat dibebaskan