📌 Ringkasan sebelumnya : Matius 20
Untuk memperjelas perkataan-Nya bahwa "orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu", Yesus memberikan perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur. Yesus ingin murid-murid punya konsep benar tentang upah yang akan mereka terima saat kedatangan-Nya kedua kali.
Dalam perumpamaan ini seorang tuan rumah membutuhkan banyak pekerja untuk bekerja menggarap ladangnya. Maka ia mencari orang-orang yang mau bekerja. Dari sekian banyak orang yang bekerja padanya, ternyata ada yang be-kerja karena mengharapkan upah yang akan mereka terima, tetapi ada juga yang bekerja tanpa memperhitungkan hal itu. Maka sesuai dengan perjanjian yang dibuat, pada akhir masa kerja masing-masing pihak menerima upahnya. Pemberian upah tersebut adil walaupun pihak yang mengharapkan upah merasa diperlakukan tidak adil. Pertama, sudah ada kesepakatan lebih dahulu mengenai upah. Kedua, karena sang tuan rumah memiliki hak untuk bermurah hati kepada siapa pun yang sudah bekerja.
Perumpamaan ini ingin mengajarkan bahwa di mata Tuhan setiap pekerja adalah sama. Sama-sama bekerja dan sama-sama mendapat upah. Namun orang yang terakhir bisa saja menjadi yang terdahulu karena ia melayani sepenuh hati dan bukan karena upah. Sementara yang terdahulu bisa menjadi yang terakhir karena melayani dengan motivasi upah. Orang yang demikian biasanya tidak setia. Mereka akan melarikan diri bila kesulitan dan penderitaan datang karena mereka adalah orang upahan.
📖 Pengantar Matius 21
Ada saat pujian datang, ada pula saat kecaman datang; demikianlah yang dialami Yesus. Ia tahu bahwa sudah tiba saat- Nya Ia harus ke Yerusalem untuk menempuh jalan salib, tetapi sesuai dengan nubuatan nabi, Yesus mengalami suasana semarak pujian orang banyak yang mengikuti-Nya. Namun sayangnya mereka hanya mengenal-Nya sebagai nabi dari Nazaret.