📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 36
Bagaimana Tuhan memulihkan umat-Nya? Pasal 36 memaparkan alasan dan apa yang Tuhan lakukan. Pada perikop hari ini, kecemburuan Tuhan atas milik pusaka umat-Nya yang hendak dikuasai dan dijarah musuh merekalah yang menjadi alasan Tuhan bertindak.Â
Memang umat Tuhan telah kehilangan tanah pusaka dan harus tinggal di pembuangan karena dosa mereka. Mereka telah menajiskan tanah kudus milik Allah yang seharusnya mereka kelola. Meski demikian, hal itu tak boleh menjadi alasan bagi bangsa lain untuk merasa berhak mendudukinya. Tuhan sendiri yang menggagalkan usaha musuh, yaitu Edom, untuk menjarahnya.
Tuhan sendiri akan mengembalikan kehormatan tanah yang sudah dinajiskan oleh dosa umat-Nya dan yang sedang dilecehkan oleh para musuh-Nya. Tanah yang telah tandus karena dibedol desa secara paksa akan kembali subur menumbuhkan tunas-tunas segar. Penduduk yang mengungsi jauh ke negeri seberang akan kembali menghidupkan kota-kotanya. Suasana asri dan sejahtera akan dikembalikan ke tanah itu. Cela dan malu akan diangkat daripadanya.Â
Bagaimana pemulihan itu terjadi? Pertama, oleh kesetiaan Tuhan terhadap umat-Nya. Walau mereka kehilangan tanah karena pelanggaran terhadap Perjanjian Sinai, kesetiaan Tuhanlah yang membawa pemulihan hak mereka atas tanah itu.
Kedua, karena penghukuman Tuhan atas dosa umat-Nya usai maka mereka diizinkan kembali untuk menikmati tanah pusaka mereka.Â
📖 Pengantar Yehezkiel 37
Yehezkiel 37 bukan hendak mengajarkan doktrin kebangkitan melainkan hendak menegaskan bahwa hidup di dalam dosa adalah kematian. Hukuman dosa secara esensial adalah kematian karena lepas dari sumber hidup, yaitu Allah sendiri. Oleh karena itu lepas dari belenggu dosa sama dengan bangkit dari kematian.
Hal itu tidak bisa dilakukan oleh manusia karena semua orang telah berdosa. Hanya kasih karunia Allah yang dapat menghidupkan kembali umat yang binasa oleh durhakanya.