📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 37
Pembaruan yang akan Allah lakukan terhadap umat-Nya bagai suatu hal yang mustahil. Bayangkan saja, waktu Yehezkiel menerima firman ini untuk disampaikan kepada umat di pembuangan, mereka sudah ada di situ sekitar sepuluh tahun!
Segala harapan untuk bebas sudah sirna. Ibarat kematian, tidak ada harapan untuk hidup lagi. Namun justru ketika segalanya tidak bergantung pada manusia, karya Tuhan dinyatakan!Â
Kebangkitan dari kematian ini berlangsung dalam dua tahap. Pertama, tulang-tulang yang berserakan bergabung, diikat dengan urat dan daging dan akhirnya dibungkus dengan kulit. Jadilah sosok tubuh manusia yang utuh, tetapi belum ada kehidupan di dalamnya.
Tahap kedua, nafas hidup dihembuskan kepada tubuh yang mati itu dan tubuh itu menjadi hidup. Apa yang bisa kita pelajari dari proses tersebut? Ketika firman Tuhan diberitakan, ada respons positif yang terjadi, tetapi hanya ketika Tuhan menghembuskan nafas kehidupan maka terjadilah kehidupan sejati. Bukankah itu proses yang terjadi pada penciptaan manusia pertama?
Dengan ilustrasi yang berbeda, kebangkitan umat Tuhan diproklamasikan Tuhan sendiri. Dari kubur, umat Tuhan akan bangkit dan hidup. Roh Tuhan sendiri yang menghidupkan mereka.Â
📖 Pengantar Yehezkiel 38
Hukuman adalah salah satu cara untuk mengarahkan tingkah laku orang agar sesuai dengan yang seharusnya atau yang benar. Hukuman diberikan jika seseorang melakukan kesalahan, pelanggaran atau kejahatan, baik yang dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja. Hukuman juga diberikan Tuhan pada umat-Nya bila bersalah. Dalam nas ini, Yehezkiel memberi tahu tentang hukuman dari Allah kepada Gog.