📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 34
Allah menggunakan analogi gembala bagi para pemimpin Israel. Namun, Allah mencela mereka karena lebih mementingkan diri sendii daripada para domba. Karena kelalaian mereka, domba-domba terserak dan tak terawat.Â
Dosa dalam kepimpinan mereka menyebabkan umat Allah ditaklukkan bangsa lain. Maka, Allah akan menghukum mereka, tetapi akan menyelamatkan domba-domba-Nya. Tuhan adalah Gembala yang baik, yang memelihara mereka. Ia juga akan menyatakan keadilan-Nya atas musuh-musuh Israel. Allah yang menyaring domba-domba yang tidak berkualitas dan menganiaya sesama domba.
Pemilahan domba-domba bertujuan untuk memberikan ruang bagi Sang Mesias sebagai Penguasa atas para domba. Di sinilah Yehezkiel berbicara tentang relasi antara Allah dengan umat-Nya dalam perjanjian baru yang dimeteraikan di dalam hati mereka.Â
Domba-domba yang sejati akan merespons panggilan Allah dengan komitmen yang nyata. Allah akan tinggal di antara mereka, menjadi Allah mereka, dan mereka menjadi umat-Nya.
Nubuatan Yehezkiel digenapi oleh Tuhan Yesus yang datang kepada umat-Nya dan mencari serta menyelamatkan mereka yang terserak. Ia Gembala yang Baik, Pemelihara domba-Nya. Domba-domba sejati akan mendengar suara-Nya, dan mengikut-Nya. Sebaliknya, kambing-kambing akan bersikeras pada jalan kebebalan mereka yang berujung pada penghakiman
📖 Pengantar Yehezkiel 35
Alkitab menunjukkan bahwa Tuhan menyelamatkan umat-Nya bukan dengan cara negosiasi atau jalan damai, melainkan dengan menghancurkan musuh umat-Nya. Dalam pasal 35, kita melihat Edom sebagai musuh Israel akan dihakimi dan dihancurkan-Nya.