📌 Ringkasan sebelumnya : Yehezkiel 35
Edom adalah bangsa keturunan Esau, saudara Yakub. Tuhan tidak menghendaki Edom dan Israel bermusuhan. Pada waktu Israel keluar dari Mesir dan akan melewati daerah Edom, Tuhan berpesan kepada Israel bahwa mereka tidak boleh menyerang Edom karena Seir telah diberikan kepada Edom menjadi miliknya.Â
Sayangnya, dari awal Edom tidak pernah menganggap Israel sebagai saudara. Pada zaman Musa, Edom tidak memperbolehkan Musa dan Israel melewati tanah mereka sehingga Israel harus berputar mengitari pinggiran daerah Edom.
Permusuhan Edom dan Israel berlangsung terus-menerus. Bahkan Edom bergembira saat saudaranya, Israel, tertimpa malapetaka. Edom berpikir bahwa tanah Israel dan Yehuda akhirnya akan menjadi miliknya. Karena alasan itu, Tuhan akan menghukum bangsa itu.Â
Seperti Edom memperlakukan Israel dalam murka dan cemburunya, Tuhan akan memperlakukan Edom pun demikian. Sebagaimana Edom bersuka ria karena Israel telah menjadi sunyi sepi, Tuhan juga akan membuat Edom menjadi sunyi sepi. Ini menunjukkan Tuhan peduli terhadap umat-Nya. Bahkan Tuhan menganggap apa yang dilakukan para musuh kepada umat-Nya sama artinya mereka melakukannya kepada diri-Nya (bdk. Kis. 9:5 di mana Yesus menyebut pengikut-Nya sebagai diri-Nya saat mereka dianiaya Saulus).
📖 Pengantar Yehezkiel 36
Bagaimana Tuhan memulihkan umat-Nya? Pasal 36 memaparkan alasan dan apa yang Tuhan lakukan. Pada perikop hari ini, kecemburuan Tuhan atas milik pusaka umat-Nya yang hendak dikuasai dan dijarah musuh merekalah yang menjadi alasan Tuhan bertindak