📌 Ringkasan sebelumnya : Zakharia 3
Seperti apa kondisi kepemimpinan rohani umat Tuhan pascapembuangan? Seperti "puntung yang ditarik dari api." Tidak heran hal itu dijadikan alasan Iblis untuk mendakwa imam besar Yosua. Secara ritual, Yosua tidak layak. Kata "kotor" di ayat 4 menunjuk pada kotoran binatang atau manusia yang jelas membuat imam najis dan tak layak menjalankan fungsi keimaman.
Justru kedaulatan Tuhan dinyatakan. Walau tak layak karena najis, penyucian dari Tuhan melayakkan Yosua. Tentu kehormatan menjadi pemimpin umat harus direspons dengan kesetiaannya menaati Tuhan dan menjaga kekudusan. Lebih dari itu, Yosua dan imam-imam yang bersama dia akan menjadi suatu tanda bahwa pemulihan Tuhan akan datang sepenuhnya melalui "Sang Tunas." Dialah sosok hamba Tuhan yang dipopulerkan Yesaya, yang akan memulihkan tuntas umat Tuhan. Permata bermata tujuh yang diberikan kepada Yosua juga menjadi tanda penting. Permata ini bisa dikaitkan dengan ornamen penting dalam pakaian imam besar. Bisa sebagai patam (hiasan pada tepi pakaian) yang berukirkan "Kudus bagi TUHAN" yang ditaruh di serban pada dahi sang imam. Atau sebagai baju efod yang bertakhtakan permata. Ornamen itu melambangkan fungsi pentahiran dosa seluruh umat Tuhan lewat ritual yang dilakukan oleh imam besar.
📖 Pengantar Zakharia 4
Penglihatan-penglihatan yang dilihat Zakharia adalah penyataan penting mengenai penggenapan rencana Allah buat umat Israel pascapembuangan. Buat kita umat Tuhan masa kini, karya pemulihan Tuhan sudah digenapi dalam diri Kristus, di mana figur imam besar dan raja menyatu!