๐ Ringkasan sebelumnya : Zefanya 1
Firman TUHAN yang datang kepada Zefanya bin Kusyi bin Gedalya bin Amarya bin Hizkia dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda". Zefanya adalah satu-satunya nabi yang silsilahnya diperkenalkan hingga empat keturunan, yang menyiratkan bahwa dia merupakan buyut dari Raja Hizkia. Dia merupakan keturunan bangsawan yang harus menegur para bangsawan lainnya, juga Raja Yosia, yang sekaligus pula kerabatnya. Artinya, Zefanya bernubuat untuk kalangan sendiri.
Dengan lugas dan jelas, Zefanya menubuatkan bahwa Allah akan merebahkan orang-orang fasik dan melenyapkan manusia dari muka bumi, juga Yehuda dan segenap penduduk Yerusalem. Serangan dan penjajahan bangsa-bangsa lain terhadap Yehuda merupakan hukuman Allah. Karena para pemimpin maupun umat Yehuda tak lagi mengakui Allah sebagai Tuhan Israel. Mereka hidup semaunya. Selain Allah Israel, mereka juga menyembah matahari dan bulan, juga dewa-dewa lainnya.
Untuk semua itu, Zefanya berseru: "Berdiam dirilah di hadapan Tuhan ALLAH! Sebab hari TUHAN sudah dekatโ. Seruan Zefanya merupakan keniscayaan karena di hadapan Allah tak mungkin manusia bertingkah laku sesukanya. Terlebih ketika manusia tak lagi mematuhi kehendak khalik-Nya.
๐ Pengantar Zefanya 2
Zefanya menasihati umat untuk mencari Tuhan, mencari keadilan, dan mencari kerendahan hati. Mencari merupakan bentuk kepedulian. Dan kepedulian merupakan kebalikan dari sikap "acuh tak acuh". Mencari Tuhan berarti berbalik kepada Tuhan, bertobat, dan menghargai Tuhan. Sebab Tuhan telah menghargai umat-Nya. Nubuat meski bernada teguran merupakan bentuk penghargaan Tuhan kepada umat-Nya.