📌 Ringkasan sebelumnya : Nahum 2
Pada 612 SM kota Niniwe dihancurkan oleh koalisi pasukan Babel dan Media. Pasukan-pasukan ini, yang memang berseragam merah maju menyerang dan berhasil masuk ke dalam kota. Saat itu terjadilah kekacauan, ratapan, perendahan, dan kehancuran. Kekaisaran Asyur, yang para rajanya mempersamakan kekuatan militer mereka dengan kekuatan singa, telah kehilangan sarangnya. "Sarang singa" yang biasanya menampung "hasil terkaman" dari bangsa-bangsa lain yang menjadi korban, kini dijarah habis-habisan. Penduduk yang gagah berani pun, kini ketakutan dan lari meninggalkan kota mereka.
Â
Berita Nahum jelas. Di balik peristiwa yang menjadi tonggak sejarah besar zaman itu, Allah bertindak. Musuh utama Asyur bukanlah Babel ataupun Media, tetapi terutama Allah sendiri. Melalui pergolakan bangsa-bangsa, Allah melaksanakan maksudnya untuk menghukum, merendahkan, dan menghancurkan Asyur. Dan semua itu terjadi pula, demi dipulihkannya kebanggaan Yehuda, umat Allah yang juga telah sangat menderita karena penindasan Asyur.
📖 Pengantar Nahum 3
Allah yang adil tidak pernah bertindak gegabah. Orang yang bersalah pasti akan dihukum bila tidak bertobat. Sebaliknya, orang yang bertobat dan meninggalkan hidup jahatnya pasti diampuni dan diselamatkan. Demikian pula dengan Niniwe yang dihukum Tuhan.