Iman kekristenan bukan tergantung hanya pada kelahiran, kebangkitan, dan kenaikan-Nya. Tetapi juga berpusat pada penyaliban-Nya. Jadi, janganlah melupakan ataupun melewatkan penderitaan yang Ia alami.
Dalam penderitaan, seorang pasti ingin berpusat pada kesembuhan, dan penyelesaian akan masalah-masalahnya yang ada. Namun, Tuhan Yesus tetap mau memikul salib, menjalani kehendak Allah Bapa.
Ada tujuh perkataan agung terkait dalam penderitaan Yesus:
1. Kasih-Nya yang Tidak Berubah.
Tiga setengah tahun Yesus bersama-sama dengan murid-murid Nya melakukan pelayanan. Memulai pelayanan dengan doa kepada Bapa. Yesus selalu mengajarkan tentang kebenaran. Tokoh-tokoh agama merasa terusik, sehingga mereka menghasut rakyat dan pemerintah.
Di dalam pelayanan-Nya, Yesus tidak pernah dendam kepada orang-orang yang berprasangka jahat kepada-Nya. Murid-murid Yesus memiliki latar belakang pendidikan yang rendah. Dalam perjamuan terakhir, Petrus dengan yakin akan terus setia kepada Yesus. Tetapi itu dikarenakan suasana hati yang sedang baik. Pada kenyataanya, Petrus menyangkal Yesus sebanyak tiga kali. Yudas juga mengkhianati Yesus. Karena itu, kita diingatkan, perbuatan baik kita jangan hanya saat-saat tertentu saja, melainkan setialah berbuat baik dalam situasi apa pun.
Yesus diadili namun tidak ditemukan satu pun kesalahan. Yesus tetap disiksa dan disalib. Dalam situasi dan kondisi apa pun, kasih Yesus tetap dan tidak pernah berubah. Yesus memiliki 1.001 alasan untuk mendendam atau marah kepada kita, tetapi Dia begitu mengasihi kita. Apa pun keadaan kita, apa pun yang kita miliki, tidak akan mengubah kasih Yesus kepada kita. Begitu pula, jangan pernah ubah kasih kita kepada-Nya. Kasih kita dengan sesama juga tidak boleh berubah.
Lukas 23:34
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
2. Fokus-Nya Tidak Berubah.
Dalam puncak penderitaan-Nya, Yesus tidak bersalah namun di salib bersama dengan dua penjahat. Waktu Yesus disalib, itu adalah penghinaan total. Tetapi Yesus tidak pernah fokus kepada penderitaan-Nya. Dia fokus kepada manusia. Karena itu adalah Amanat Agung.
Fokuslah kepada pribadi seseorang, bukan kepada kesalahannya. Jangan pernah rubah fokus kita. Fokuskan pikiran kita kepada perbuatan Yesus dalam hidup kita. Hidupi Amanat Agung yang Tuhan perintahkan, sehingga kita bisa menjangkau jiwa.
Lukas 23:43
Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
3. Perhatian-Nya Tidak Berubah.
Yesus mengajarkan kepada kita, untuk saling memperhatikan. Yesus memperhatikan orang-orang di sekitar-Nya. Tidak cukup hati yang tergerak, tetapi kita juga harus bertindak. Memperhatikan bukan hanya kepada saudara seiman, tetapi semua orang. Besahabatlah dengan semua orang, hingga kita punya kesempatan untuk menyampaikan kebenaran.
Yohanes 19:26-27
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
4. Harapan-Nya Tidak Berubah.
Di dalam penderitaan-Nya, Yesus tetap percaya kepada Bapa-Nya. Harapan kita tidak boleh bergeser sedikit pun. Apa pun keadaan kita, kita harus tetap pergi ke gereja, tetap melayani. Dalam kelemahan kita, Tuhan pasti tolong kita. Dia adalah Tuhan yang tidak akan pernah meninggalkan kita.
Matius 27:46
Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
5. Karakter-Nya Tidak Berubah.
Yesus dalam keadaan baik ataupun menderita, karakter-Nya tidak pernah berubah.
Yohanes 19:23
Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
6. Semangat-Nya Tidak Berubah.
Dalam pelayanan, Tuhan ingin kita tetap bersemangat. Yesus tahu bawa murid-murid Nya lelah, tetapi Dia tetap bersemangat. Yesus tahu bahwa murid-Nya akan menyangkal Dia, tetapi Yesus tetap bersemangat dan tidak berubah sedikit pun.
Jangan berhenti di tengah jalan. Apa pun yang terjadi, kita harus tetap berjalan, berjuang sampai garis akhir. Di dalam Tuhan, hidup ini bukan berbicara tentang juara 1, 2 atau 3. Tetapi tentang kesetiaan untuk mencapai garis akhir.
Yohanes 19:30
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
7. Pulang dengan Kemenangan.
Alexander Agung adalah orang yang luar biasa. Ketika dia hampir meninggal, ia berpesan untuk orang sekitarnya untuk dibuatkan peti dengan lubang agar dia bisa mengeluarkan tangan, artinya dia meninggal tanpa membawa apa-apa. Dia meminta untuk tebarkan harta di sepanjang jalan menuju tempat pemakaman, memanggil dokter terbaik di seluruh dunia. Artinya, dokter terbaik sekalipun tidak dapat menyembuhkannya. Akan tetapi, orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, ketika mencapai garis akhir, pasti dengan kemenangan. Tuhan Allah kita berkuasa.
Lukas 23:46
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



