Bangsa Israel ketika berhasil keluar dari Mesir oleh pertolongan Tuhan, tetapi ada sebagian besar yang mati di padang gurun karena bersungut-sungut, tidak taat, dan tidak percaya kepada Tuhan. Itulah “the great tragedy” atau tragedi yang besar!
Bagaimana dengan kita yang telah memilih Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Memilih Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, bertobat, maupun dipulihkan ialah langkah awal untuk kita menuju “Tanah Perjanjian”, menuju penggenapan janji Tuhan. Tetapi, jangan seperti umat Israel yang tegar tengkuk karena memilih untuk tidak taat kepada Tuhan, sehingga terjebak dalam siklus berputar-putar di padang gurun, dan mati.
Jangan sampai hidup kita tetap sama, “dulu, sekarang, dan selama-lamanya”, terjebak dalam siklus yang sama dalam dosa, merasa harus tetap biasa-biasa, begini-begini saja, menjalani rutinitas yang kaku, dan tidak menggenapi rencana Tuhan dalam hidup setiap kita.
Bukan karena Tuhan tidak berkuasa, melainkan justru karena umat yang terjebak dalam siklus sungut-sungut, komplain, dan ketidakpercayaan. “Padang gurun” juga dapat berbicara tentang kehidupan rohani, dengan kata lain tidak lagi berada di “Mesir”, namun masih nyangkut di sana. Mereka memang sudah keluar dari Mesir secara jasmani, namun Mesir belum benar-benar keluar dari hati dan hidup mereka. Apa saja yang perlu kita sadari supaya bisa terbebas dari siklus rohani yang membuat kita terjebak dan terhambat:
1. Siklus jebakan rohani dimulai ketika kelepasan kita tidak diikuti dengan transformasi.
Sesudah kita dilepaskan dan dipulihkan oleh Tuhan, jangan sampai tidak dibarengi dengan perubahan hidup yang radikal ataupun transformasi. Perubahan secara eksternal tidak otomatis akan menjamin ada perubahan secara internal. Karena itu, sertai pemulihan hidup kita dengan mengizinkan Tuhan mengubahkan maupun memproses hidup kita.
Kelepasan memang mengubah posisi kita, namun hanya transformasi yang mengubah sifat kita. Karena itu, izinkan Tuhan memproses serta mengubahkan hidup dan hati. Tanpa perubahan, kita akan tetap berada dalam siklus padang gurun rohani. Dengan berubah, kita akan menemukan dan mengetahui rencana Tuhan bagi hidup kita.
2 Korintus 5:17
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
2. Siklus jebakan rohani dipertahankan oleh ketakutan dan ketidakpercayaan.
Ternyata, siklus jebakan rohani yang menghambat kita adalah dua hal, yaitu rasa takut (khawatir) dan rasa tidak percaya (Bilangan 13 – 14). Jangan izinkan tantangan apa pun menjadi lebih besar daripada potensi yang Tuhan berikan dan percayakan bagi kita. Sebesar dan sebaik apa pun terdengarnya janji-janji-Nya, mesti dibarengi dengan menjadi pelaku firman dan mempraktikkannya, apa pun yang mesti kita hadapi.
Sudahkah ada perbedaan antara sebelum dengan sesudah kita mengenal Tuhan? Sebab “raksasa terbesar” bukanlah musuh yang ada di luar kita, melainkan raksasa yang mesti kita hadapi di dalam diri kita. Fear magnifies obstacles; faith magnifies God (rasa takut akan membuat berbagai tantangan lebih besar daripada yang semestinya; iman akan membuat kita makin yakin pada kuasa dan apa yang mampu Tuhan lakukan).
3. Siklus jebakan rohani tetap ada saat kita “meromantisasi” masa lalu.
Masihkah kita merindukan masa-masa lalu kita ketika seperti masih di “Mesir”, lupa status kita bahwa dulu kita adalah budak dosa, terikat oleh dosa, dan membangga-banggakannya?! Seperti umat Israel yang meromantisasi makanan di Mesir, tetapi lupa bahwa mereka di sana berstatus sebagai budak! Jika seperti itu, akan ada kecenderungan untuk kembali ke masa manusia lama kita yang kelihatan menjadi menarik lagi, terutama ketika kita sedang mengalami pergumulan. Kita tidak akan pernah dapat melihat maupun mengalami penggenapan janji-Nya yang indah dan besar apabila kita terus-menerus melihat ke masa lalu.
Bilangan 11:5-6
Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.
Yesaya 43:18-19
Firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”
4. Siklus jebakan rohani akan patah dan hancur ketika bangkitnya generasi baru.
Cukuplah berada di siklus jebakan rohani yang sama! Tuhan ingin kita menggenapi janji dan rancangan-Nya bagi kita semua. Miliki keputusan yang bulat untuk berhenti berputar-putar di siklus jebakan rohani dan padang gurun kehidupan. Kita perlu punya pola ketaatan yang baru terhadap Tuhan. Repetion stops when revelation is obeyed (siklus jebakan rohani akan terhentikan apabila pewahyuan yang kita terima dari Tuhan itu kita taati dengan segera, serta lakukan).
Ulangan 2:3
Telah cukup lamanya kamu berjalan keliling pegunungan ini, beloklah sekarang ke utara.
5. Padang gurun kehidupan merupakan ujian, bukan tujuan akhirnya.
Tuhan mengizinkan umat Israel, maupun kita semua, untuk menghadapi padang gurun kehidupan, apa pun bentuknya, untuk merendahkan hati kita, mengetahui apa yang ada di dalam hati kita sesungguhnya, maupun memunculkan apa atau siapa yang sebenarnya kita andalkan. What you refuse to learn, you will continue to repeat (apa yang kita tolak untuk belajar dari Tuhan, maka akan ada kemungkinan kita mengulang-ulang kebiasaan dan kesalahan kita). Padahal, Tuhan punya rancangan yang besar untuk kita. Karena itu, jika Dia masih izinkan kita menghadapi hal-hal yang sama saja, mungkin kita belum lulus dalam sesuatu yang perlu kita taati, hadapi, dan lakukan.
Ulangan 8:2
Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



