Lukas 24 : 13 - 17 menceritakan tentang dua orang murid Yesus yang sedang berjalan dari Yerusalem menuju Emaus. Perjalanan ini bukan sekedar perpindahan tempat, tetapi dapat juga menggambarkan dua arah hidup yang sangat berbeda secara rohani. Hidup yang sebenarnya berawal dari rencana Allah menuju pada hidup yang penuh dalam ketidakpastian.
Lukas 24 : 13 - 17
Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus
Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. Yesus berkata kepada mereka : Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan ? Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
Dua jalur hidup yang berbeda.
Yerusalem melambangkan kehendak dan rencana Allah. Di Yerusalemlah salib, kebangkitan, dan keselamatan terjadi. Yerusalem adalah pusat karya keselamatan Allah.
Emaus melambangkan ketidakpastian, kekecewaan, dan pelarian dari panggilan Allah. Emaus adalah desa yang jauh sekitar 7 mil (sekitar 13 kilometeran) dari Yerusalem—jauh secara fisik maupun rohani.
Kedua murid di atas berjalan meninggalkan Yerusalem menuju Emaus. Mereka sedang kecewa, bingung, dan kehilangan pengharapan setelah peristiwa penyaliban Yesus. Mereka meninggalkan pusat rencana Allah, dan berjalan menuju ketidakpastian. Ironisnya, Yesus sendiri menjumpai, mendekati dan berjalan bersama mereka, tetapi mata mereka terhalang oleh sesuatu sehingga tidak mengenali Dia (ayat 16).
Empat penyebab mengapa kedua murid itu gagal mengenali Yesus, meskipun Dia berjalan di sisi mereka :
• Mereka hanya tahu fakta tetapi tidak tahu makna (Lukas 24 : 18 - 20, 22 - 24).
Mereka tahu peristiwa: Yesus dari Nazaret, nabi yang perkasa menurut mereka, ditangkap, diadili, dan disalibkan. Mereka juga tahu kubur kosong dan laporan malaikat. Tetapi mereka tidak mengerti makna di balik semua itu, bahwa kematian Yesus adalah penggenapan nubuat, korban penghapus dosa, dan jalan menuju kemuliaan. Pengetahuan tanpa pemahaman rohani membuat mereka tetap muram.
• Mereka butuh situasi baru tetapi Tuhan mau beri hati yang baru (Lukas 24 : 21; Yehezkiel 36 : 26; & Galatia 4 : 6).
Mereka berharap Yesus membebaskan Israel secara politis. Ketika harapan itu gagal, mereka ingin situasi berubah. Tetapi Tuhan tidak menawarkan sesuatu yang baru; Ia menawarkan hati yang baru. Yehezkiel 36 : 26 berkata : Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu. Bukan lingkungan yang diubah, melainkan hati yang diubahkan oleh Roh Allah.
Galatia 4 : 6
Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru : ya Abba, ya Bapa !
• Mereka kurang memahami pengajaran Kitab Suci (Lukas 24 : 32).
Yesus menjelaskan Kitab Suci kepada mereka di tengah jalan, dan hati mereka berkobar-kobar. Namun sebelumnya, mereka tidak memahami bahwa Mesias harus menderita dahulu sebelum masuk ke dalam kemuliaan (Lukas 24 : 26). Ketidaktahuan akan firman membuat mata rohani mereka buta.
Lukas 24 : 26
Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya ?
• Mereka tidak sadar betapa pentingnya persekutuan Tubuh Kristus (Lukas 24 : 29 - 31 & 33; & Mazmur 84 : 6 - 8).
Pada saat Yesus memecah-mecahkan roti di meja makan, barulah mata mereka terbuka. Itu terjadi dalam konteks persekutuan. Mereka mendesak Yesus untuk tinggal, lalu saat perjamuan sederhana itu, pengenalan rohani terjadi.
Setelah mata mereka terbuka, apa yang mereka lakukan ? Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem (Lukas 24 : 33). Mereka tidak tinggal di Emaus. Mereka kembali ke pusat rencana Allah. Persekutuan dengan Kristus dan dengan sesama murid memulihkan panggilan mereka. Jangan sepelekan juga persekutuan dengan orang-orang benar yang ada dalam hidup kita maupun komunitas yang ada.
Mazmur 84 : 6 - 8 mengatakan bahwa orang yang berhasrat mengadakan ziarah kepada Allah, sekalipun melintasi lembah Baka (lembah air mata), akan menjadikan tempat itu bermata air. Mereka berjalan makin lama makin kuat, bukan makin lemah.
Mazmur 84 : 6 - 8
Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah ! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.
Take Home Message :
• Jangan biarkan diri kita tinggal di "Emaus" - tempat kekecewaan, ketidakpastian, dan pelarian dari panggilan Tuhan.
• Kembalilah ke "Yerusalem", yaitu kehendak serta rencana Allah. Firman, persekutuan, dan hati yang baru akan membuka mata kita untuk dapat melihat Yesus dengan mata rohani, yang selama ini berjalan di sisi kita.
Lukas 24 : 33
Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.
Yakinlah, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, bahkan saat kita mungkin sedang berjalan ke arah yang salah. Namun, yang Ia rindukan adalah agar kita segera berbalik, bukan ke situasi baru yang kita inginkan sesuai kehendak kita sendiri, melainkan kepada hati baru yang Ia berikan kepada kita sesuai dengan kehendak, rencana, dan panggilan-Nya bagi kita masing-masing.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



