Kita harus memahami dan merendahkan hati bahwa kita membutuhkan firman Tuhan. Kita semua memiliki titik buta (blindspot) dan hanya bisa dilihat oleh orang terdekat kita. Tetapi terkadang kita tidak mau mendengarkan.
Mendengar, dan mendengarkan, adalah dua hal yang berbeda. Mendengar hanya mendengar dengan teliga, tetapi mendengarkan berarti kita memproses apa yang kita dengar tersebut dengan hati dan pikiran maupun roh kita.
Lukas 8:18
Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.
Kita hidup di tengah kegelapan dunia, maka kita harus berubah. Miliki hati yang mau terus diubahkan. Yesus mengatakan bodoh untuk tindakan kita yang tidak mau berubah karena kekeraskepalaan maupun hidup dalam dosa. Bodoh adalah suatu tindakan yang diambil manusia untuk menolak sesuatu yang benar.
Efesus 5:15-17
Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
Hati berada bukan hanya pada harta, uang, jabatan. Tetapi bisa jadi berada dalam kekhawatiran, serta ketakutan. Anak-anak Tuhan harus menyadari identitas sejatinya. Walaupun hidup susah, tetapi kita tahu bahwa Tuhan menyertai kita.
Lukas 12:34
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Yesus mengajarkan kita empat kondisi hati untuk kita bisa memperbaiki diri dan diubahkan:
1. Hati yang keras.
Banyak orang yang menolak firman Tuhan. Jika benih ditabur di tanah yang keras, maka benih itu tidak akan pernah tumbuh. Sebuah penolakan akan firman Tuhan bahkan akan membawa kehancuran sebuah negara.
Tujuh perkataan “Aku adalah” dari Yesus (The Seven I AM):
• Pintu
• Terang dunia
• Pokok anggur
• Gembala yang baik
• Jalan dan kebenaran dan hidup
• Roti hidup
• Kebangkitan dan hidup
Salah satu perkataan dari perkataan Yesus adalah, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”. Menerima Yesus harus dengan iman. Sehingga, ketika kita memasuki sebuah jalan sempit yang kita tidak tahu ujungnya, tetapi kita memiliki iman kepercayaan kepada Yesus, maka kita akan sungguh-sungguh hidup. Jika kita masuk ke jalan yang sempit, tidak mungkin kita jalan terburu-buru. Itulah saat di mana kita diubahkan.
Lukas 8:5
Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
Lukas 8:11-12
Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
Ibrani 3:15
Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”
2. Hati yang dangkal.
Kondisi hati seperti ini adalah kondisi hati kita yang percaya saat mendengar firman Tuhan, namun ketika diperhadapkan dengan keadaan yang sulit, kita menjauh, lari dari Tuhan. Saat kondisi sulit, justru kita harus memeluk Tuhan, percaya kepada-Nya, dan kita akan diubahkan.
Lukas 8:6
Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
Lukas 8:13
Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
3. Hati yang berduri dan bimbang.
Ada faktor eksternal yang mempengaruhi hati kita. Firman Tuhan sudah berakar, tetapi kita biarkan duri atau semak-semak juga ikut tumbuh. Akhirnya, kita tidak fokus, ketika duri itu dibiarkan terus-menerus, maka firman Tuhan terhimpit. Ada buah yang dihasilkan, namun tidak matang. Orang ini sebenarnya hatinya bertumbuh namun tidak konsisten dan tidak tekun di dalam kebenaran firman, sehingga ketika ada pergumulan dia menjadi keok dan melawan pergumulan tersebut dengan caranya sendiri.
Lukas 8:7
Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
Lukas 8:14
Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup , sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
Elia mengalahkan 450 pendeta baal. Elia dicari untuk dibunuh. Dari kemenangan besar yang Elia terima, langsung berubah menjadi ketakutan. Dari gunung Karmel, Tuhan mau membawa Elia ke gunung Horeb. Tuhan ingin Elia naik ke atas gunung itu, tetapi Elia menolak, ketakutan dan bersembunyi di dalam gua.
Contoh tokoh dalam Alkitab, Elia yang baru saja mengalahkan 450 nabi Baal dicari untuk dibunuh. Dari kemenangan besar yang Elia terima, langsung berubah menjadi ketakutan. Dari gunung Karmel, Tuhan mau membawa Elia ke gunung Horeb. Tuhan ingin Elia naik ke atas gunung itu, tetapi Elia menolak, ketakutan, dan bersembunyi di dalam gua.
1 Raja-Raja 19:1-2
Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang, maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu."
1 Raja-Raja 19:7-12
Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.
1 Kings 19:12 (NIV)
After the earthquake came a fire, but the Lord was not in the fire. And after the fire came a gentle whisper.
Tuhan ingin kita memakan dan menghidupi firman Tuhan, agar kita menjadi kuat. Janji Tuhan adalah membuat kita naik, dan bukan turun. Semakin kita naik, makin banyak goncangan. Tetapi itu bukan dari Tuhan. Tuhan ada di dalam angin sepoi-sepoi. Mulailah saat teduh, agar kita makin peka mendengar suara Tuhan. Ketika kita berada di atas, maka panggilan Tuhan semakin jelas.
Daud yang menang melawan Goliat karena kekuatan dari Tuhan. Daud pada akhirnya dikejar-kejar Saul, suatu hari Daud pergi ke tempat Ahimelekh. Dia menggunakan pedang sebagai proteksi untuk melawan Saul. Kita dapat belajar kehidupan Daud yang tidak konsisten, pada waktu melawan Goliat dia mengandalkan kekuatan dari Tuhan. Namun ketika dikejar Saul dia menggunakan kekuatannya sendiri. Karena itu, jangan pakai kemenangan-kemenangan hari kemarin sebagai acuan untuk menghadapi pergumulan-pergumulan hari ini, melainkan senantiasalah mengandalkan Tuhan, apa pun yang sedang kita hadapi.
1 Samuel 21:8-9
Berkatalah Daud kepada Ahimelekh: ”Tidak adakah padamu di sini tombak atau pedang? Sebab baik pedangku maupun senjataku, tidak dapat kubawa, karena perintah raja itu mendesak.” Kemudian berkatalah imam itu: ”Pedang Goliat, orang Filistin, yang kaupukul kalah di Lembah Tarbantin, itulah yang ada di sini, terbungkus dalam kain di belakang efod itu. Jika engkau hendak mengambilnya, ambillah; yang lain tidak ada, hanya ini.” Kata Daud: ”Tidak ada yang seperti itu; berikanlah itu kepadaku.”
4. Hati yang baik.
Kondisi ini adalah hati yang mau mendengarkan. Kita harus tekun dalam menerima firman Tuhan, supaya kita terus diubahkan dan menghasilkan buah yang matang dalam kehidupan, seperti kasih, damai sejahtera, sukacita, pengharapan, ucapan syukur, dan hal baik lainnya yang dari Tuhan.
Lukas 8:8
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat." Setelah berkata demikian Yesus berseru: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
Lukas 8:15
Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.
Biarlah hati kita menjadi tanah yang menerima firman Tuhan dan melakukannya dengan konsisten.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



