Kita telah memasuki pertengahan tahun 2026. Di tengah berbagai kebaikan Tuhan, kita juga melihat banyak tantangan dan kesulitan—kenaikan harga di berbagai tempat, situasi politik nasional dan internasional yang tidak damai.
Namun, dalam situasi yang tidak nyaman dan menyulitkan ini, Tuhan Yesus menyampaikan pesan kepada umat-Nya, yaitu kita, agar mampu menghadapi setiap situasi yang sulit seperti ini.
Markus 4:35-41
Angin ribut diredakan -- Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
1. Tuhan Yesuslah Yang Memulai Perjalanan Dalam Hidup Kita (ayat 35)
Perjalanan ke seberang tidak dimulai oleh murid-murid, tetapi oleh Yesus sendiri. Murid-murid memulai apa yang mereka lakukan dengan mengikuti kehendak Tuhan. Mengikuti kehendak Tuhan tidak berarti hidup kita akan bebas dari “badai”. Badai yang mereka alami hadir justru dalam perjalanan yang dipimpin oleh-Nya. Murid-murid masuk ke perahu bukan karena salah jalan atau melanggar firman, tetapi karena mengikuti tujuan yang telah Tuhan tetapkan.
Badai dalam hidup kita tidak terjadi karena kita jauh dari Tuhan. Sebaliknya, badai yang kita alami—di keluarga, usaha, pekerjaan, pelayanan—terjadi mungkin justru karena hidup kita sedang dipimpin oleh-Nya. Saat kita mengalami kesulitan karena melakukan kebenaran, ada kalanya konsekuensi itu muncul walaupun kita berjalan dalam penyertaan Tuhan.
Ketika murid-murid mengikuti ajakan Yesus, mereka dapat melewati badai dengan baik. Demikian juga kita, mengikuti tuntunan Tuhan bukan berarti tanpa masalah, tetapi berjalan bersama Tuhan membuat kita yakin dan tetap kuat.
2. Badai Tetap Datang di Tengah Ketaatan Kita (ayat 36-37)
Ombak datang saat mereka bersama Tuhan Yesus. Mereka taat, melakukan perintah Tuhan, tetapi badai tetap datang. Banyak orang berpikir mengikut Tuhan berarti hidup pasti lancar, tenang, dan diberkati, tanpa masalah. Namun, Alkitab tidak pernah menjanjikan hidup tanpa badai. Kehadiran Tuhan dalam hidup kita bukanlah jaminan mutlak tidak ada badai, melainkan jaminan bahwa kita tidak akan menghadapi badai itu sendirian.
3. Yesus Tidur Saat Kita Panik (ayat 38)
Pada waktu badai mengamuk, Yesus sedang tertidur di buritan, memakai bantal. Murid-murid membangunkan Dia dan berkata, "Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?" Ketika badai masalah datang, sering kali respons kita meragukan, mempertanyakan keberadaan Tuhan. Kita cenderung menilai Dia berdasarkan keadaan, bahwa ketika keadaan baik, Tuhan baik; ketika keadaan buruk, kita menganggap Ia tidak baik. Padahal, firman-Nya menyatakan untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Kebaikan dan kesetiaan Tuhan tetap untuk selama-lamanya, baik ada badai maupun tidak.
Sebenarnya, masalah terbesar manusia saat badai datang bukanlah badai itu sendiri, tetapi bagaimana cara manusia melihat Tuhan di tengah badai.
Murid-murid seharusnya meminta tolong kepada Yesus untuk mengendalikan kapal. Namun, mereka malah langsung “menghakimi” dan menilai Tuhan Yesus. Padahal, mereka sudah mengiringi Yesus sekian lama, melihat Dia memberi makan ribuan orang hanya dengan lima roti dan dua ikan, membangkitkan orang mati, serta mengadakan berbagai mukjizat. Namun respons mereka saat badai adalah, "Tidak pedulikah Engkau?"
Bagaimana dengan kita? Di tengah kesulitan, apakah kita sering mempertanyakan Tuhan, dan menilai Tuhan tidak hadir? Apakah tetap percaya Tuhan baik, atau mulai meragukan hati Tuhan ketika hidup tidak berjalan sesuai keinginan kita?
Jika Tuhan terlihat diam saat ada badai, jangan kita ragukan Tuhan. Jangan seperti murid-murid yang menyalahkan dan menghakimi. Sebaliknya, mari meminta Tuhan menolong dan memampukan kita melewati badai. Badai dalam hidup bukan hanya menguji kekuatan kita, tetapi menguji iman dan kepercayaan kita kepada-Nya. Tetaplah percaya bagaimana pun situasinya. Ia tetap beserta.
4. Yesus Berkuasa Atas Apa yang Kita Takuti (ayat 39)
Yesus bangun, membentak angin dan berkata kepada danau: "Diam, tenanglah!" Seketika itu juga angin reda dan danau menjadi teduh sekali. Yesus bukan hanya hadir dalam badai, tetapi berkuasa atas badai. Dia berkuasa atas masalah, “badai”, dan segala situasi yang kita alami.
Pengharapan orang percaya bukan hanya Tuhan bersama kita, tetapi Tuhan juga berkuasa atas segala sesuatu. Alkitab menunjukkan Yesus hadir bersama murid, dan Ia berkuasa atas angin, air, laut, badai, angin, dan lainnya. Ia menunjukkan kuasa-Nya. Alam pun taat kepada-Nya. Ini menunjukkan Tuhan berkuasa atas seluruh ciptaan.
Bagi orang Yahudi pada zaman itu, laut atau danau adalah simbol kekacauan, bahaya, dan sesuatu yang tidak bisa dikendalikan manusia. Namun, apa yang tidak bisa dikendalikan manusia, dapat dikendalikan oleh Tuhan Yesus. Karena itu, apa yang tidak bisa kita kendalikan dalam hidup kita, percayalah itu semua masih berada di bawah kendali-Nya, termasuk permasalahan dan “badai” yang kita hadapi dalam hidup ini.
5. Masalah Utama Bukan Badai, Melainkan Respons Iman Kita (ayat 40)
Setelah Yesus meredakan badai, kita berpikir masalah sudah selesai. Namun, Yesus tidak langsung menenangkan hati murid-murid. Dia justru mengajukan pertanyaan penting untuk pertumbuhan iman mereka, "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
Masalah terbesar murid-murid bukanlah sekadara badai di luar perahu, tetapi ketakutan dan kurangnya iman di dalam hati mereka. Sering kali mungkin kita berpikir masalah terbesar hidup kita adalah pekerjaan, bisnis, kesehatan, keluarga, keuangan, masa depan. Kita mengira jika semua masalah itu selesai, hidup kita akan tenang. Namun, itu bukan solusi utama. Namun, bagaimana iman kita kepada Tuhan?
Yesus Dia menegur ketakutan yang berlebihan dan ketidakpercayaan para murid. Dengan kata lain, Ia memindahkan fokus dari badai di luar menjadi fokus pada hati dan iman di dalam. Tuhan lebih tertarik mengubah hati, karakter dan kepercayaan kita kepada-Nya. Jangan sampai iman kita hanya ketika semua tenang dan segala sesuatu baik-baik saja. Tuhan Yesus rindu agar kita tetap percaya dan mengandalkan-Nya dalam segala situasi, baik sulit maupun mudah.
6. Tujuan Badai Supaya Kita Semakin Mengenal Tuhan Yesus (ayat 41)
Setelah badai ditenangkan, murid-murid menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, "Siapa sebenarnya orang ini? Sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya." Mereka tidak berkata, "Untung kita selamat!", atau "Untung Tuhan Yesus bangun!", atau "Badai tadi mengerikan!" Mereka berkata sesuatu tentang Tuhan Yesus. Mereka takjub dan ingin mengenal Dia lebih dalam lagi.
Jika tidak ada badai, mungkin murid-murid pun hanya mengenal Yesus sebagai guru yang mengajar di tepi danau, atau sebagai nabi yang menyatakan kebenaran firman dan melakukan beberapa mukjizat. Namun melalui peristiwa badai ini, mereka mengenal Yesus sebagai Tuhan, Pencipta, dan Penguasa atas segala sesuatu.
Dari enam ayat tadi, kita melihat dua ketakutan: Pertama, takut karena badai itu sendiri. Kedua, takut karena hormat serta takjub melihat kuasa Tuhan Yesus, jadi ada rasa takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan itulah yang membawa mereka makin mengenal Tuhan Yesus.
Mungkin hari-hari ini kita sedang berada dalam badai kehidupan. Mungkin kita bertanya-tanya mengapa semua ini terjadi. Namun, firman Tuhan hari ini mengajar bahwa badai bukan berarti Tuhan meninggalkan kita, dan bukan berarti Tuhan tidak peduli. Sering kali Ia memakai badai untuk supaya kita belajar percaya, serta semakin mengenal siapa Tuhan Yesus yang kita sembah.
Tujuan terbesar hidup orang percaya bukanlah hidup tanpa badai, tetapi mengenal Tuhan Yesus lebih dalam lagi. Hidup orang yang mengikuti Yesus bukanlah hidup yang tanpa badai, melainkan hidup yang terus-menerus berjalan bersama Tuhan Yesus di tengah “badai”.
Billy Graham pernah berkata, "God has not promised to take us out of troubles, but to be with us in them." Tuhan berjanji menyertai kita di dalam setiap permasalahan. Karena itu, sebesar dan sesulit apa pun masalah atau kondisi kita, percayalah ada Tuhan Yesus yang bersama kita. Percayalah, Ia berkuasa atas segala sesuatu. Dan ketika badai itu boleh dilewati, kita semakin mengenal Dia lebih lagi, hidup kita menjadi kesaksian, berkat, serta teladan bagi banyak orang, dan biarlah hanya nama Tuhan yang dipermuliakan.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



