Ada dua jenis orang: yang hidupnya dikendalikan oleh kebiasaan dan orang yang membangun kebiasaan untuk mengendalikan hidupnya. Mau jadi yang mana ? 40% dari apa yang kita lakukan setiap hari adalah kebiasaan, bukan keputusan atas kesadaran. Kebiasaan adalah "autopilot" otak kita. Jika kita tidak membangun kebiasaan baik, secara otomatis kita akan membangun kebiasaan buruk.
Pertumbuhan rohani merupakan proses yang sangat penting dalam kehidupan orang percaya. Ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui latihan yang konsisten dan kebiasaan yang dibangun dari waktu ke waktu.
1 Timotius 4 : 7 - 8
Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
Mengapa kebiasaan rohani itu penting ?
• Salah satu alasan utama mengapa kebiasaan rohani penting adalah karena iman bukanlah sekadar perasaan, melainkan seperti otot yang harus dilatih. Sama seperti otot tubuh yang akan melemah jika tidak digunakan, iman juga akan melemah jika tidak dilatih. Karena itu, orang percaya perlu secara aktif melatih diri dalam hal-hal rohani, seperti doa, membaca firman Tuhan, dan hidup dalam ketaatan. Tanpa latihan, iman akan menjadi pasif dan tidak bertumbuh.
• Kedekatan dengan Tuhan membutuhkan konsistensi.
Yohanes 15 : 4 - 5
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
• Kebiasaan juga sangat menentukan karakter seseorang.
Amsal 23: 7
Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. Silakan makan dan minum, katanya kepadamu, tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu.
Artinya, kebiasaan yang dilakukan setiap hari akan membentuk pola pikir, sikap, dan akhirnya karakter seseorang. Jika seseorang membangun kebiasaan rohani yang baik, maka karakter Kristus akan semakin nyata dalam hidupnya. Sebaliknya, jika kebiasaan yang dibangun buruk, maka hal itu juga akan tercermin dalam kehidupannya.
Untuk membangun pertumbuhan rohani, ada beberapa kebiasaan penting yang perlu diterapkan ;
• Pertama, memulai hari bersama Tuhan (Quiet Time).
Mazmur 5 : 4
TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.
• Kedua, berdoa di setiap kesempatan
Termasuk saat dalam perjalanan ataupun aktivitas sehari-hari.
1 Tesalonika 5:17
Tetaplah berdoa.
• Ketiga, merenungkan firman Tuhan (Have A Verse of the Day).
Mazmur 119 : 11
Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
• Keempat, melakukan “Sabat digital” (Digital Sabbath).
Yaitu mengambil waktu untuk berhenti dari kesibukan, khususnya dari penggunaan teknologi, untuk fokus kepada Tuhan. Prinsip ini sejalan dengan perintah untuk menguduskan hari Sabat. Di tengah dunia yang penuh distraksi, mengambil waktu khusus untuk Tuhan, maupun juga bersama keluarga, menjadi sangat penting. Fokuslah saat percakapan dengan keluarga ataupun waktu dengan Tuhan, jauhkan HP.
Keluaran 20 : 8
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.
• Kelima, melakukan refleksi diri.
Ratapan 3 : 40
Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.
Firman Tuhan di atas mengajarkan untuk menyelidiki dan memeriksa hidup, lalu kembali kepada Tuhan. Refleksi membantu seseorang menyadari kesalahan, bertobat, dan memperbaiki diri.
Lima contoh pertanyaan perenungan ;
1. Di mana aku melihat Tuhan hari ini ?
2. Kapan aku merasa paling dekat dengan-Nya ?
3. Kapan aku merasa paling jauh ?
4. Apa yang perlu aku syukuri ?
5. Apa yang perlu aku perbaiki besok ?
• Keenam, memiliki komunitas atau teman yang saling menguatkan.
Pengkhotbah 4 : 9 - 10 (TSI)
Berdua lebih baik daripada seorang diri saja, karena mereka memperoleh upah yang lebih baik dari hasil kerja keras mereka. Dan apabila salah satu dari mereka jatuh, maka yang lain bisa menolongnya untuk berdiri. Tetapi betapa menyedihkan apabila seseorang yang hanya sendirian jatuh, sebab tidak ada yang menolongnya untuk berdiri.
Prinsip-prinsip praktis dalam membentuk kebiasaan rohani :
~ Konsep “21-90-365”, yaitu bahwa kebiasaan membutuhkan waktu untuk terbentuk dan menjadi gaya hidup. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran dan konsistensi.
- 21 hari : Membangun habit (kebiasaan)
- 90 hari: Membuat habit menjadi otomatis
- 365 hari : Habit menjadi karakter
~ Memulai dari hal yang kecil. Kebiasaan besar tidak perlu langsung dimulai dengan langkah besar. Justru, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa perubahan yang signifikan dalam jangka panjang.
~ Jangan putus asa saat mengalami kegagalan. Dalam proses membangun kebiasaan, kegagalan adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah bangkit kembali, dan melanjutkan proses yang ada. Don’t Let One Bad Day Derail You.
~ Menambahkan kebiasaan baru. Pertumbuhan rohani adalah proses yang terus berkembang, sehingga selalu ada ruang untuk bertumbuh lagi.
Yohanes 15 : 5 (TSI)
Karena Aku ibarat pohon anggur, dan kamulah cabang-cabang-Ku. Kalau kamu tetap hidup bersatu dengan-Ku, dan Aku tetap bersatu denganmu, maka kamu akan menghasilkan banyak buah. Tetapi kalau kamu terpisah dari-Ku, kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa.
Dengan membangun kebiasaan rohani yang benar, menjaga konsistensi, serta hidup dalam hubungan yang erat dengan Tuhan, setiap orang percaya dapat mengalami pertumbuhan rohani yang nyata, dan menghasilkan buah dalam kehidupannya. Tuhan tidak mencari yang hebat, tetapi yang setia dalam hal-hal kecil setiap hari.
Tuhan Yesus Memberkati
Kolekte
BCA Cab. Menara Ancol
ac 635.100.0101
an. GBI PRJ
Perpuluhan
BCA Cab. Menara Ancol
ac. 635.100.0101
an. GBI PRJ
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.371.7878
an. GBI PRJ
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.327.7878
an. GBI PRJ
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.316.7878
an. GBI PRJ
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.2999.111
an. GBI PRJ Pluit
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.9777.133
an. GBI PRJ Pluit
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.8777.122
an. GBI PRJ Pluit
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.322.2020
an. GBI PRJ Mandarin Service
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.522.3030
an. GBI PRJ Mandarin Service
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.777.7171
an. GBI House Of Christ Revival
Pembangunan
BCA Cab Thamrin
ac. 206.977.7575
an. GBI House Of Christ Revival
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.577.7272
an. GBI House Of Christ Revival
Kolekte
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Perpuluhan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.331.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Buah Sulung
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.378.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Pembangunan
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.353.0077
an. GBI Alam Sutera Mall
Diakonia
BCA Cab. Thamrin
ac. 206.356.7779
an. GBI Alam Sutera Mall
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.384.8484
an. GBI Intercon
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.3800
an. GBI Intercon
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.5900
an. GBI Intercon
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.011.4300
an. GBI Intercon
Kolekte
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Perpuluhan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.377.7111
an. GBI St Moritz
Buah Sulung
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Pembangunan
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.030.7001
an. GBI St Moritz
Diakonia
BCA Cab.Thamrin
ac. 206.013.9400
an. GBI St Moritz



