
Beberapa hari lalu, ada cerita yang menyentuh hati banyak orang, termasuk saya sendiri. Tujuh ekor anjing berhasil lolos dari truk yang membawa menuju tempat penyembelihan! Tidak hanya kabur, ketujuh anabul tersebut berjalan menempuh jarak sejauh 17 kilometer, melewati jalan tol dengan risiko tertabrak atau terlindas kendaraan-kendaraan, melintasi padang rumput, bahkan tampak melindungi satu sama lain yang terluka, sampai akhirnya berhasil kembali ke tempat asal mereka.
Tidak ada peta atau GPS.
Tidak ada rencana.
Tetapi ada satu hal: harus kembali pulang.
Peristiwa ini mengingatkan, bagi saya pribadi maupun mungkin juga semestinya kita semua, tentang sesuatu yang sering kita lupakan:
Mereka berjalan bersama.
Menunggu yang terluka.
Melindungi yang lemah.
Itulah gambaran yang seharusnya kita lakukan.
Mungkin perjalanan kita tidak mudah. Bahkan, tidak selalu lurus. Kadang juga kita lemah, lengah, dan lelah. Atau, terkadang kita terjatuh. Hidup seperti tanpa arah, tanpa kepastian, dan tanpa kendali penuh terhadap banyak perkara. Tetapi kalau kita berjalan bersama Tuhan dan saling memperhatikan, menolong, serta menguatkan, hidup kita pasti memiliki tujuan yang pasti. Dan semuanya hanya kembali untuk kemuliaan nama-Nya.
Galatia 6:2 (TSI), "Hendaklah kita semua saling menolong untuk meringankan beban saudara-saudari seiman yang mengalami kelemahan atau kesusahan. Dengan begitu kita menaati Hukum Kasih yang Kristus berikan."
You obey the law of Christ when you offer each other a helping hand. (CEV)
Jiwaku bertanya
Apakah masih ada harapan?
Melewati tangisan
Rasa sesak di dada
Iman ku berkata
Tuhanku yang pegang kuasa
Dia selalu bekerja
Meski mataku tak melihat
Walaupun gunung itu tak berpindah
Tetap percaya Kau yang punya kuasa
Sekalipun ku dalam lembah kelam
Tak mengapa asal Kau di sampingku
Walaupun masalahku masih ada
Tetap percaya rencana-Mu terindah
Pribadi-Mu takkan pernah berubah
Iman yang aku pegang pada-Mu Tuhan yang setia
(Yeshua Abraham)
~ JP