
Yohanes 7:28b, "Namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal."
Kalau kita membaca bagian ini dengan pelan, ada satu hal yang langsung terasa: Yesus tidak bergerak sembarangan. Sementara itu, mungkin banyak orang yang sebaliknya.
Namun, bagaimana dengan kita? Mungkin juga sering kali kita masih bertindak, mengambil keputusan, dan berkata-kata dengan sembarangan, sekehendak hati kita, tanpa menimbang-nimbang, bahwa apakah yang kita lakukan ini benar, akankah berdampak baik, sesuaikah dengan apa yang Tuhan mau?
Di awal dikatakan, bahwa Yesus tidak mau pergi ke Yudea karena orang-orang di sana berusaha membunuh-Nya. Ini menarik, karena Yesus bukan takut—Dia tahu tujuan-Nya adalah jalan salib. Tetapi Dia juga tidak gegabah. Ia tidak "mencari bahaya" hanya untuk membuktikan sesuatu. Ia berjalan sesuai waktu Bapa, bukan tekanan manusia.
Ini mungkin yang sering kita salahpahami dalam kehidupan rohani. Kita pikir iman berarti selalu maju, tanpa pertimbangan matang terlebih dulu. Padahal, Yesus sendiri menunjukkan bahwa ketaatan tidak sama dengan ketergesaan, atau terburu-buru. Ada waktu untuk maju, ada waktu untuk menunggu, ada waktu untuk menghindar.
Kita memerluka kepekaan terhadap waktu Tuhan, dan kehendak-Nya. Bukan serta-merta digerakkan oleh ekspektasi orang banyak, melainkan lebih oleh kehendak Bapa. Kalimat ini keras, tetapi jujur. Sebab seseorang bisa saja terlihat sangat religius, merasa sarat dengan aktivitas rohani, tetapi tidak mengenal Tuhan Allahnya secara pribadi.
Kembalilah berjalan di waktunya Tuhan.
Kita yang sedang hidup dalam tekanan, ketidakpastian, atau bahkan merasa dikejar-kejar oleh masalah maupun berbagai hal serta tugas, sesungguhnya tidak ada yang bisa menyentuh hidup kita di luar izin dan waktu-Nya.
Jadi, jangan lagi terlalu reaktif terhadap tekanan, melainkan lebih pekalah terhadap suara Tuhan. Tidak semua kesempatan harus diambil. Tidak semua tantangan harus dihadapi sekarang. Hikmat adalah tahu kapan melangkah dan kapan menunggu.
Dunia bisa gaduh, orang bisa punya rencana jahat, situasi bisa terasa tidak aman, namun hidup kita tidak lepas dari kendali Tuhan. Jadi, sudahkah kita berjalan dalam waktunya Tuhan? Sebab hidup yang dipimpin oleh Tuhan mungkin tidak selalu cepat, tetapi selalu tepat.
"It may look like I'm surrounded, but I'm surrounded by You. This is how I fight my battles." (Michael W. Smith)
~ JP