
Pernah melihat sebuah cuplikan seekor domba yang setelah ditolong keluar dari selokan, lalu berlari dan melompat jatuh ke dalam selokan yang sama lagi?
Pernah juga melihat sebuah gambar yang menunjukkan Tuhan Yesus yang sedang menggendong seekor domba kecil yang kotor di atas pundak-Nya?
Ibu Pdp. Rita Arifin pernah membagikan sebuah fakta tentang gambaran seekor domba. Pada dasarnya, domba itu:
Dalam kehidupan rohani, bukankah mungkin sering kali kita seperti itu. Sering kali kita tidak tahu harus berbuat apa, sering kali kita tersesat maupun kehilangan arah, ataupun sesunggguhnya tidak bisa melindungi diri kita sendiri dari berbagai hal maupun ancaman dalam kehidupan.
Jadi, bersyukurlah apabila kita memiliki Gembala yang Baik, Tuhan Yesus Kristus, terhadap kita domba-domba-Nya. Apa yang Ia lakukan bagi kita:
1. Memberikan nyawa-Nya bagi kita (Mazmur 23:1-2, 6)
2. Mencari dan menemukan domba-Nya dan membawa pulang ke rumah atau kandang (Mazmur 23:3, Lukas 15:6)
3. Menjaga dan memberikan keamanan kepada domba-domba-Nya (Mazmur 23:4-5)
Tuhan Yesus telah melakukan bagian-Nya sebagai Gembala yang Baik, karena itu apa yang sebaiknya kita lakukan untuk menjadi domba-domba-Nya yang baik?
Sudahkah kita melakukan bagian kita tersebut?
Ibu Pdp. Rita Arifin mengingatkan, "Tak seorang pun lebih kuat daripada seseorang yang bersandar kepada Allah."
Yohanes 10:14 (TSI), "Namun Aku adalah gembala yang setia. Aku menyerahkan nyawa-Ku untuk menyelamatkan domba-domba-Ku. Sama seperti Bapa-Ku sangat mengenal Aku, begitu juga Aku mengenal domba-domba-Ku. Dan sama seperti Aku sangat mengenal Bapa, begitu pula domba-domba-Ku mengenal Aku."
Akulah gembala yang baik. Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, begitu juga Aku mengenal domba-domba-Ku dan mereka pun mengenal Aku. Dan Aku bersedia mati untuk mereka. (BSD)
I am the shepherd that cares for the sheep (people). I know my sheep like the Father knows me. And my sheep know me like I know the Father. I give my life for these sheep. (EVD)
~ FG