• Integrity Convention Center
    Mall MGK Lt. 9
  • Contact (Office Hour)
    021 2239 4777
  • Worship Service
    07:00 - 16:30 WIB

TIDAK HARUS JADI COPYRenungan Harian - 28 Agustus 2026

Efesus 4:31-32 (TSI), "Buanglah semua sakit hati, dendam, dan kemarahan dari hidupmu. Jangan bertengkar dan saling menghina. Berhentilah melakukan segala macam kejahatan. Sebaliknya hendaklah kamu selalu baik hati, saling mengasihi, dan saling memaafkan, seperti Allah sudah mengampuni kita ketika kita percaya kepada Kristus."

Hilangkanlah sifat licik dan pemarah. Pertengkaran, kata-kata kasar, dan kebencian janganlah diberi tempat dalam hidup Saudara. Sebaliknya, hendaklah Saudara bersifat ramah-tamah, berhati lembut, dan saling memaafkan, sama seperti Allah telah mengampuni Saudara, karena Saudara milik Kristus. (FAYH)

Let all bitterness and indignation {and} wrath (passion, rage, bad temper) and resentment (anger, animosity) and quarreling (brawling, clamor, contention) and slander (evil-speaking, abusive or blasphemous language) be banished from you, with all malice (spite, ill will, or baseness of any kind). And become useful and helpful and kind to one another, tenderhearted (compassionate, understanding, loving-hearted), forgiving one another [readily and freely], as God in Christ forgave you. (AMP)

Ada satu pertanyaan yang mungkin pernah muncul dalam hati banyak orang: bagaimana cara memaafkan seseorang yang bahkan mungkin tidak pernah mau meminta maaf?

Pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana sekaligus hampir mustahil dilakukan. Menjalani apa yang dialami maupun berusaha melupakan kejadian yang kita alami mungkin tidak sesulit melihat orang yang melukai kita tetap menjalani hidupnya seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Sementara kita seolah masih mengumpulkan serpihan hati yang pecah.

Saya pernah berpikir pengampunan akan datang ketika seseorang akhirnya akan menyadari kesalahannya, lalu meminta maaf, lalu semuanya selesai.

Ternyata, terkadang hidup tidak selalu berjalan atau memberi akhir seperti itu. Ada orang yang terus merasa dirinya benar. Ada yang bahkan tidak sadar bahwa kata-katanya melukai. Ada yang begitu sibuk mempertahankan diri sampai tidak pernah sempat melihat luka maupun pergumulan orang lain.

Seiring waktu, saya mulai menyadari sesuatu. Kadang luka yang seseorang berikan keluar dari luka yang mereka bawa sendiri, walau mungkin tanpa mereka sadari. Hurt people hurt people. Orang yang tidak pernah dipuji sering sulit memberi pujian. Orang yang dibesarkan dalam rasa curiga sering sukar percaya pada siapa pun. Orang yang sepanjang hidupnya selama di bumi merasa harus bertahan sering melihat ancaman bahkan ketika tidak ada ancaman.

Memahami semua itu membuat saya lebih berbelas kasihan. Tetapi, bukan berarti saya mengatakan bahwa perlakuan itu benar. Sebab, terkadang belas kasihan pun tidak berarti serta-merta menghapus tanggung jawab begitu saja.

Namun, mengapa Tuhan Yesus tetap meminta kita mengampuni?

Karena pengampunan ternyata lebih banyak membebaskan hati kita daripada mengubah orang lain. Selama saya terus menunggu seseorang berubah terlebih dulu, sebenarnya saya sedang menyerahkan kebahagiaan saya—ataupun hal-hal baik lainnya—ke tangannya. Saya memberinya hak untuk menentukan kapan saya boleh tenang, berbahagia, bersukacita, ataupun lainnya. Dan itu terlalu mahal harganya bila seperti demikian bagi saya.

Di kayu salib, Tuhan Yesus pernah berkata, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Lukas 23:34).

Mereka bahkan belum meminta maaf. Mereka masih mengejek-Nya. Namun Yesus memilih menyerahkan penghakiman kepada Allah Bapa. Saya rasa di situlah letak pengampunan. Bukan berkata bahwa rasa sakit itu tidak ada. Bukan pula membiarkan orang lain terus-menerus menyakiti tanpa batas. Melainkan berkata, "Tuhan, mungkin aku nggak sanggup memikul rasa sakit ini lagi. Tapi, aku mau menyerahkan semua ini kepada-Mu."

Russell Moore pernah menulis sesuatu yang sangat indah. Ia mengatakan: orang-orang yang paling mampu mengampuni bukanlah mereka yang menyangkal rasa sakitnya, melainkan mereka yang memutuskan agar luka yang pernah mereka alami tidak berhenti pada diri mereka. Mereka memilih menjadi penghiburan yang dulu mereka sendiri tidak pernah miliki.

Hal itu mengingatkan saya pada Yusuf. Ia pernah dijual oleh saudara-saudaranya. Namun bertahun-tahun kemudian ia berkata, "Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan" (Kejadian 50:20, TB2).

Yusuf tidak berkata bahwa apa yang dilakukan saudara-saudaranya bukanlah kejahatan; ia menyebutnya tetap sebagai kejahatan, namun ia juga melihat bahwa Tuhan sanggup menulis kisah yang lebih besar, lebih indah, lebih bertujuan mulia daripada sekadar luka.

Saya tidak tahu siapa yang pernah melukai masing-masing diri kita. Mungkin mereka tidak akan pernah meminta maaf. Mungkin mereka bahkan tidak pernah menyadari. Namun, saya yakin akan satu hal: bahwa kita tidak harus menjadi copy dari orang-orang yang mungkin pernah menyakiti kita. Luka boleh saja menjadi bagian dari cerita hidup kita, tetapi oleh kasih karunia Tuhan, luka itu tidak harus menjadi akhir dari cerita kita.

~ JP

NOW AVAILABLE Mobile Apps GBI PRJ (CK7)

CK7 GROUP

  • Service :
  • Ibadah Raya
  • 2PM Young Adult Service
  • 3:16 Youth English Ministry
  • Junior Church
  • Sekolah Minggu
  • Joshua Generation Kid's Church (JGKC)
  • Little Blessing Toddler
  • King's Kids
  • Women Of Integrity (WOI) Setiap Kamis, Minggu ke 4 Pk. 10.00 WIB
  • Cancer Ministry
    Setiap Sabtu, Minggu Ke 3 Pk. 10.30 WIB
  • UMAS
    Setiap Sabtu, Minggu terakhir Pk. 10.00 WIB
  • Address :
  • Integrity Convention Centre (ICC), Mall Mega Glodok Kemayoran Lt. 9 - 10, Jl. Angkasa Kav. B - 6, Kemayoran, Jakarta Pusat - 10610
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Youth
  • Setiap Sabtu, Minggu Ke 2 & 4 Pk. 17.00 WIB
  • Junior Church (Pk. 09.00 & 11.00 WIB)
  • Sekolah Minggu
    (Pk. 07.00, 09.00, 11.00, 16.00 WIB)
  • Little Blessing Toddler
    (Pk. 09.00, 11.00, 16.00 WIB)
  • King's Kids (Pk. 09.00 WIB)
  • Women Of Integrity (WOI)
    Setiap Selasa, Minggu ke 2 Pk. 10.00 WIB
  • Address :
  • Grand Intercon, Komp. Intercon Plaza Blok G No. 1 - 12, Jl. Meruya Hilir Raya No. 14 RT. 1 RW 9, Kebon Jeruk, Jakarta Barat - 11630
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Address :
  • Integrity Convention Centre (ICC), Mall Mega Glodok Kemayoran Lt. 9, Jl. Angkasa Kav. B - 6, Kemayoran, Jakarta Pusat - 10610
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya (Pk. 09.00, 11.00, 13.00, 15.00, 17.00 & 19.00 WIB)
  • Youth (Setiap Minggu Pk. 17.00 WIB)
  • Junior Church
  • Sekolah Minggu
  • Little Blessing Toddler
  • Women Of Integrity (WOI)
    Setiap Rabu, Minggu ke 4 Pk. 10.30 WIB
  • Address :
  • Lippo Mall Puri Lantai LG - 103C, 105A, 105B & 106, Jl. Puri Indah Raya, CBD West, Jakarta Barat - 11610
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Junior Church (Pk. 11. 00 WIB)
  • Sekolah Minggu
  • Little Blessing Toddler
  • Women Of Integrity (WOI)
    Setiap Rabu, Minggu ke 2 Pk. 10.00 WIB
  • Address :
  • Integrity Convention Centre (ICC), Pluit Village Mall Lt. 2 Unit 63 A - B, Jl. Pluit Indah Raya, Penjaringan, Jakarta Utara
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Youth (Setiap Minggu Pk. 16.30 WIB)
  • Sekolah Minggu (Pk. 08.00 & 10.00 WIB)
  • Women Of Integrity (WOI)
    Setiap Sabtu, Minggu Ke 2 Pk. 19.00 WIB
  • Address :
  • Royal Palm Hotel & Conference Center Cengkareng, Blk. C1, Jkt Outer Ring Road Jl. Taman Palem Mutiara, Cengkareng Tim., Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730
  • Lihat Lokasi
  • Service :
  • Ibadah Raya
  • Youth Service
  • Setiap Sabtu, Minggu Ke 2 & 4 Pk. 17.00 WIB
  • Junior Church (Pk. 09.00, 11.00, 15.00 WIB)
  • Sekolah Minggu
  • Little Blessing Toddler
  • King Kids (Pk. 09.00 WIB)
  • Women Of Integrity (WOI)Setiap Selasa, Minggu Ke 3 Pk. 10.00 WIB
  • Address :
  • Integrity Convention Centre (ICC), Mall Alam Sutera Lt. 1 Unit 01 - AT - 02A, Jl. Jalur Sutera Barat Kav. 16 Alam Sutera, Tangerang - 15143
  • Lihat Lokasi