
Pagi itu saya naik moda transportasi pesanan daring untuk menuju pelayanan di suatu tempat. Di tengah obrolan ringan, supirnya, Pak Firmansyah, tiba-tiba bersenandung pelan, "Hidup ini adalah kesempatan..."
Saya tersenyum, "Lho, Bapak tahu lagu itu?" tanya saya. Beliau menjawab sambil tersenyum lebar, "Saya baru aja login, Bu..."
Kalimat itu membuat saya penasaran. Sepanjang perjalanan, beliau bercerita. Motor yang menjadi sumber nafkah rusak. Biaya kuliah anak terasa mustahil. Hidup seperti menemui jalan buntu. Tetapi, ketika ia mulai datang kepada Tuhan dengan hati yang berserah, satu demi satu pertolongan datang dengan cara yang tidak pernah ia bayangkan. Seorang teman lama yang sudah lama tidak bertemu tiba-tiba muncul dan membantu memperbaiki motornya. Kesempatan menjadi pengemudi kendaraan pesanan online terbuka. Anaknya memperoleh beasiswa penuh.
Di tengah semua itu ia hanya bisa berkata, "Saya tersungkur di kaki Bapa."
Yang membuat saya merenung bukan hanya cerita pertolongannya. Tetapi kalimatnya, "Saya baru login."
Bukankah sering kali kita berpikir bahwa Tuhan baru memperhatikan orang-orang yang sudah lama mengenal-Nya? Yang sudah bertahun-tahun melayani. Yang sudah lama menjadi orang Kristen. Padahal, Yesus pernah menceritakan tentang pekerja-pekerja yang dipanggil ke kebun anggur pada waktu yang berbeda-beda. Ada yang sejak pagi. Ada yang siang. Ada yang sore. Bahkan ada yang baru datang menjelang hari berakhir. Namun, semuanya memperoleh upah yang sama.
Mengapa?
Karena upah itu tidak ditentukan oleh semata-mata lamanya bekerja. Melainkan lebih oleh kemurahan hati sang pemilik kebun. Begitulah kasih karunia Allah. Ia tidak berkata, "Tunggu dulu sampai kamu cukup lama ikut Aku." Ia berkata, "Mari." Lalu Ia mulai berkarya. Kadang melalui teman lama. Kadang melalui pintu pekerjaan yang tidak pernah kita rencanakan. Kadang melalui beasiswa. Kadang melalui jalan yang hanya bisa dijelaskan sebagai penyertaan Tuhan. Bukan karena kita sudah lama "login". Tetapi karena sejak semula, Dialah yang lebih dahulu mencari kita.
Yesus berkata, "Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang" (Lukas 19:10).
Bukan kita yang menemukan Tuhan. Tuhanlah yang lebih dahulu menemukan kita. Dan ketika kita membuka hati kepada-Nya, kita akan mendapati bahwa Allah Bapa ternyata telah bekerja jauh sebelum kita menyadarinya.
Mungkin hari ini Saudara merasa terlambat. Baru mengenal Tuhan. Baru belajar berdoa. Baru mulai membaca firman. Tapi ingatlah, di Kerajaan Allah tidak ada istilah "terlambat login". Sebab, Allah Bapa tidak pernah terlambat untuk mengasihi anak-anak-Nya. Kemurahan hati-Nya selalu ada bagi kita.
Matius 20:15 (TB2), "Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau karena aku murah hati?"
Am I not permitted to do what I choose with what is mine? [Or do you begrudge my being generous?] Is your eye evil because I am good? (AMP)
~ JP