
C. T. Studd, seorang hamba Tuhan, memiliki latar belakang sebagai seorang putra dari keluarga yang kaya raya. Selain itu, ia bersama saudara-saudaranya, juga mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah terbaik di Inggris.
Tak hanya itu, ia pun sempat mewakili negaranya dalam tim nasional olahraga kriket dan menjadi atlet yang sangat terkenal di negeri yang sempat dijuluki Where the Sun Never Sets itu. Ia tahu waktu itu, suatu saat, ia akan menerima harta warisan dalam jumlah besar dari ayahnya—atau setidaknya, demikianlah pikirnya.
Namun, Tuhan telah menyentuh hatinya dan memanggilnya untuk melayani di luar negeri, dan ia menanggapi panggilan-Nya bagi hidupnya itu, memulai pelayanan di negeri asing, China, dan menikah di sana dengan perempuan warga negara lain juga, dari Irlandia.
Dengan memiliki tujuan hidup yang sama dalam pelayanan, mereka menyerahkan seluruh bagian warisan keluarga C. T. Studd yang menjadi hak mereka untuk mendukung berbagai pelayanan para hamba Tuhan lainnnya, seperti panti asuhan George Müller, sekolah Alkitab D. L. Moody, China Inland Mission, dan Bala Keselamatan. Dan semenjak saat itu, mereka berdua hanya mengandalkan Tuhan untuk mencukupi segala kebutuhan mereka.
Bertahun-tahun melayani, C. T. Studd juga sempat melayani di berbagai negara, bahkan meninggal dan dimakamkan di Afrika, semua hanya karena kerinduan terbesarnya untuk memberitakan Injil kepada orang-orang yang belum pernah mendengar tentang Yesus Kristus. Menanggalkan semua kenyamanan yang sebenarnya berhak ia terima.
1 Timotius 2:7 (BIS), "Dan itulah sebabnya saya disuruh pergi kepada orang-orang bukan Yahudi untuk mengabarkan kepada mereka berita tentang kepercayaan yang benar. Yang saya kemukakan ini adalah benar, saya tidak berdusta."
Dan aku telah dipilih -- inilah kebenaran yang mutlak -- sebagai pelayan dan rasul Allah untuk mengajarkan kebenaran ini kepada orang bukan-Yahudi, dan untuk menyatakan kepada mereka rencana Allah tentang keselamatan melalui iman. (FAYH)
This and this only has been my appointed work: getting this news to those who have never heard of God, and explaining how it works by simple faith and plain truth. (MSG)
C. T. Studd tidak membiarkan kekayaan mengalihkan perhatiannya dari hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup. Dan puji Tuhan, anak-anaknya pun mewarisi nilai-nilai hidup yang ia pegang teguh.
Bagaimana dengan Saudara dan saya? Apa yang tetap kita pegang teguh dalam hidup ini, apa pun yang terjadi? Akankah orang-orang terdekat kita, keluarga kita, anak-anak, generasi penerus akan meneruskan nilai-nilai yang baik dalam kehidupan, berlanjut jauh setelah kita tiada?
Only one life
'Twill soon be past
Only what's done
For Christ will last
(C. T. Studd)
~ FG