
Suatu hari, Ps. Max Lucado memberikan sebuah ilustrasi secara langsung ketika beliau membawakan sebuah khotbah, yakni di mana beliau membawa suatu tabung plastik ataupun kaca yang besar, berisikan beberapa bola pingpong berwarna oranye.
Beliau menjelaskan, setiap hari kita mempunyai pilihan antara apakah mau tetap bersukacita, ataukah memilih untuk kehilangan sukacita oleh karena penyebab apa pun. Di jalan, ketika seseorang menyerobot ataupun sengaja melambat di jalur; atau mungkin di tempat kerja ketika berselisihpaham, atau penyebab-penyebab lainnya yang dapat merenggut atau mencuri sukacita kita.
Dan setiap kali kita membiarkan faktor luar atau eksternal itu mencuri sukacita kita, Ps. Max Lucado mengibaratkan kita melempar keluar begitu saja bola pingpong oranye dari tempat yang seharusnya, di dalam tabung itu. Satu keadaan membuat kita kecewa, satu bola pingpong kita lempar keluar. Seseorang membuat kita merasa kesal dan kita memilih tidak mau bersukacita, satu bola kita lempar keluar lagi. Sampai akhirnya tidak ada lagi bola pingpong oranye yang tersisa, karena semua sudah terlempar keluar oleh karena kita sendiri yang memilih melemparnya.
Jangan sampai kita seperti itu. Apalagi melempar semuanya sekaligus, sehingga kita benar-benar kehilangan sukacita.
Padahal, satu ciri utama orang Kristen ialah—di antara lainya—sukacita. Jika kita kehilangannya, kita mungkin takkan mampu menghadapi apa pun. Oleh karena itu, jika ada yang mencoba merenggut atau mencuri sukacita kita, janganlah lempar keluar bola-bola pingpong oranye itu.
Filipi 4:4, "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!"
Celebrate God all day, every day. I mean, [revel] in him! (MSG)
Delight yourselves in the Lord, yes, find your joy in him at all times. (Phillips NT)
~ FG