
Ada fakta menarik tentang tubuh manusia, di mana pada wajah kita dapat hidup makhluk mikroskopis (ukuran sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata biasa dan perlu mikroskop untuk dapat melihatnya dengan jelas), yaitu demodex. Ada hampir di setiap orang, hidup bersama setiap hari, mungkin tanpa kita sadari.
Sebagian besar waktu memang mungkin tidak mengganggu. Namun ada. Seolah diam-diam menjadi bagian dari sistem kehidupan yang berjalan normal. Dan entah kenapa, saya langsung merenungkan tentang banyak orang di sekitar kita.
Orang-orang yang kehadirannya begitu rutin sampai-sampai kita mulai menganggap mereka ada begitu saja. Sudah seharusnya ada. Tanpa interaksi yang berarti. Hanya memikirkan diri sendiri setiap waktu.
Tuhan Yesus berbeda dalam melihat orang. Ia memperhatikan orang-orang yang sering diabaikan. Ia melihat janda miskin yang memberi dua peser, berbicara dengan perempuan Samaria, bahkan mencuci kaki para murid-Nya sendiri.
Bagaimana dengan kita akhir-akhir ini?
Mungkin tantangan bagi kita hari ini cukup sederhana, yaitu berhenti sejenak dan mulai benar-benar memperhatikan lagi. Mengalihkan fokus yang hanya pada diri sendiri, menjadi juga lebih kepada orang-orang lain yang Tuhan tempatkan di sekitar kita. Mengucapkan terima kasih. Menyapa dengan tulus. Menghormati orang lain.
Karena mungkin sering kali, kasih Tuhan sesungguhnya dapat hadir serta sungguh-sungguh terasa melalui orang-orang yang terlalu sering sepertinya kita anggap biasa.
Filipi 2:21 (FAYH), "Orang-orang lain nampaknya sibuk dengan rencananya sendiri, bukan dengan rencana-rencana Yesus Kristus."
Most people around here are looking out for themselves, with little concern for the things of Jesus. (MSG)
All the others whom I have considered that I might send to you are concerned only about their own matters. They are not concerned what Jesus Christ considers important. (DEIBLER)
"No act of kindness, no matter how small, is ever wasted." (Aesop)
~ JP