
Belakangan, dunia hiburan Asia dikejutkan oleh kesuksesan drama Tiongkok, Pursuit of Jade. Bukan hanya sukses di dalam negeri, tetapi juga menjadi pembicaraan di berbagai negara. Ribuan penggemar berdesakan untuk melihat pemeran utamanya, Zhang Linghe. Bahkan, sebuah acara promosi sampai berujung pada kaca pintu mal yang pecah karena antusiasme pengunjung.
Tetapi, yang sering dilupakan ialah bahwa kesuksesan itu tidak lahir dalam semalam. Drama Tiongkok tetap diproduksi ketika banyak orang lebih memilih drama Korea. Aktor-aktornya tetap berlatih ketika belum dikenal dunia. Industri itu terus bergerak ketika sorotan belum datang.
Lalu suatu hari, momentum itu tiba.
Saya jadi teringat, bahwa banyak kali mungkin cara kerja Tuhan juga seperti itu.
Kita hidup di zaman yang hanya menyukai hasil instan. Kita melihat seseorang berhasil lalu berpikir dan berkata, "Wah, dia beruntung sekali." Padahal, sering kali yang kita lihat adalah panen dari benih yang sudah lama ditanam maupun buah dari karakter yang konsisten.
Galatia 6:9 (TB2), "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."
Tuhan tidak meminta kita menjadi viral. Tuhan tidak meminta kita menjadi terkenal. Tuhan meminta kita setia. Setia mengajar meski muridnya sedikit. Setia melayani meski tidak dipuji. Setia berdoa meski belum melihat jawaban. Setia menabur meski belum melihat tuaian.
Karena sering kali perbedaan antara orang yang berhasil dan orang yang gagal bukanlah bakat. Melainkan siapa yang tetap bergerak ketika hasilnya belum terlihat.
Ibrani 12:1b (TB2), "Marilah kita berlari dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita."
Strip down, start running--and never quit! No extra spiritual fat, no parasitic sins. (MSG)
Especially we must put away sinful actions that hinder us, as a runner sets aside clothes he does not need, clothes that would entangle him. (DEIBLER)
Jika kita berhenti, kita tidak akan pernah sampai pada momentum yang Tuhan siapkan. Tetapi jika kita tetap berjalan bersama-Nya, suatu hari kita akan melihat bahwa tidak ada satu pun langkah kesetiaan yang sia-sia. Sebab, Tuhan jarang bekerja dengan cara yang instan. Tetapi, Ia senantiasa bekerja melalui kesetiaan yang terus bergerak.
~ JP