
2 Tawarikh 15:7, "Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"
Engkau Asa, orang Yehuda, dan Benyamin, berdirilah, jangan lemah, jangan menyerah, karena kamu akan memperoleh penghargaan atas pekerjaanmu yang baik. (VMD)
So you must be brave. Don't give up! God will honor you for obeying him. (CEV)
Michael Jordan, seorang bintang NBA yang pernah paling populer berkata, "Saya bisa menerima kegagalan karena setiap orang bisa gagal menyelesaikan pekerjaan. Namun, saya tidak bisa menerima mereka yang tidak mau mencoba."
Dengan kata lain, jika kita pernah gagal, maka saya dapat ucapkan: Selamat! Mengapa? Karena banyak orang bahkan tidak mau ataupun tidak pernah mencoba apa yang semestinya mereka kerjakan.
Sekali gagal, tidak berarti kita telah mati. Akan tetapi, kita dianggap mati jika telah putus asa dan tanpa pengharapan lagi. Suatu kegagalan hanyalah sebuah peristiwa, dan bukan mendefinisikan jati diri kita yang sebenarnya. Seorang hanya benar-benar gagal ketika dia menyerah dan berhenti, serta tidak mau bangkit lagi.
Ayat firman Tuhan hari ini berpesan kepada kita semuanya untuk tidak lemah semangatnya, melainkan tetap kuat dalam Tuhan, karena akan ada upah bagi usaha yang setia, seperti yang disampaikan nabi Azarya kepada raja Asa di tengah tantangan. Pesan yang mendorong supaya umat-Nya untuk berani, tegar, serta tetap berkomitmen kepada Tuhan.
Jangan takut gagal sebelum memulai atau mencoba sesuatu yang memang semestinya kita coba maupun lakukan, terutama apabila Tuhan yang telah mempercayakannya bagi kita, dan meminta kita untuk melakukannya.
Sekali lagi diingatkan, kegagalan adalah peristiwa, bukan identitas kita. Mencoba lalu mengalami kegagalan jauh lebih baik daripada seolah-olah tidak pernah gagal karena tidak berani mengambil risiko untuk mencoba.
Tutuplah jendela intimidasi. Kegagalan mungkin menjadikan kita sedih, terluka, dan memasang wajah murung, namun jika kita berlarut-larut di dalamnya, itu hanyalah akan membuang-buang waktu yang berharga, karena itu carilah alasan untuk kita masih dapat tersenyum serta mengucap syukur.
Ketika orang-orang lain berpaling karena kegagalan kita, ingatlah satu hal bahwa Tuhan justru mendekat kepada setiap kita untuk meneguhkan hati kita kembali.
~ Deliana Marpaung, MTh