
Saya tidak tahu bagaimana dengan pengalaman Saudara, namun dahulu ketika orangtua kami, terutama Mama memarahi, beliau sering kali berkata mengingatkan, "Mama marah karena Mama sayang."
Seiring kita sendiri pun bertambah usia, betapa benarnya hal tersebut, kita terkadang mengungkapkan perasaan marah terhadap orang-orang yang kita kasihi oleh karena sebenarnya kita sangat peduli.
Namun, walau mungkin kita bisa saja masih menolak didikan ataupun hajaran dari manusia, firman Tuhan hari ini mengingatkan setiap kita untuk tidak menolak didikan-Nya. Terimalah didikan, terutama ajaran-Nya.
Amsal 3:11 (FAYH), "Hai anak muda, janganlah engkau marah apabila Allah mendidik dan menghajar engkau karena penghukuman-Nya membuktikan kasih-Nya. Sama seperti seorang ayah menghajar anak yang disayanginya untuk memperbaiki kelakuan anak itu, demikianlah TUHAN menghajar engkau."
Apabila TUHAN menghajar engkau, anakku, terimalah itu sebagai suatu peringatan, dan jangan hatimu kesal terhadap didikan-Nya itu. (BIS)
My child, don't turn away or become bitter when the LORD corrects you. (CEV)
Kadang-kadang Ia mengizinkan kita mengalami pencobaan dan kesulitan supaya lebih menyesuaikan diri dengan kehendak-Nya bagi hidup kita, membentuk karakter kita, bahkan mendatangkan berkat pada akhirnya. Lagipula, bukankah Dia menebus kita dari dosa, dan bukannya serta-merta dari berbagai penderitaan? Karena itu, janganlah menyerah, melainkan tetaplah berharap pada-Nya. Semua juga tergantung pada sikap maupun pilihan kita.
Jadi, saat ada teguran, didikan, maupun hajaran dari-Nya, apakah hati kita akan menjadi pahit, keras, bahkan marah, kecewa dan curiga kepada Tuhan? Atau akankah kita merendahkan hati dan menerima bahwa ini pun merupakan bukti nyata bahwa kita adalah anak-anak-Nya yang dikasihi oleh-Nya?
Apa pun yang kita alami hari ini, Allah mengasihi setiap kita. Ia bahkan melihat potensi yang sejati dalam setiap kita anak-anak-Nya dan ingin membawa kita ke sana. Terimalah didikan-Nya.
Ibrani 12:11, "Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya."
Memang pada waktu kita diajar, hukuman itu tidak menyenangkan hati kita, melainkan hanya menyedihkan saja. Tetapi kemudian dari itu, bagi kita yang sudah diajar, hukuman itu menyebabkan kita hidup menurut kemauan Allah, dan menghasilkan perasaan sejahtera pada kita. (BIS)
Memang, setiap kali kita menerima hajaran, pengalaman itu tidak menyenangkan dan malah menyakitkan. Namun didikan TUHAN itu akan membuahkan hasil yang manis, yaitu kita hidup lebih benar dan merasa tenang di hadapan Allah. (TSI)
Mendapat hukuman memang bukan pengalaman yang menyenangkan -- bahkan menyakitkan! Tetapi sesudah itu kita akan melihat hasilnya, yaitu pertumbuhan dalam hidup kerohanian. (FAYH)
~ FG